Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

POLITIKAL NEWS

Poros Barito

Technology

KRIMINALITAS

ANTI KORUPTOR

Sports

POROS KALTENG

» » » » » Hati-hati Terhadap Pengelola Proyek Peminta Duit

ilustrasi pemersan/suap
MUARA TEWEH – Pelaksanaan kegiatan APBD Kabupaten Barito Utara (Barut) 2011 sebentar lagi direalisasikan. Diprediksi kegiatan tahun ini lebih awal terlaksana mengingat penyerahan DIPA oleh pihak provinsi Kalteng dilakukan lebih awal, yakni Desember 2010 lalu, padahal biasanya dibulan awal 2011 ini.

Seiring dengan mulai bergulirnya program pembangunan Pemkab Barut 2011, pihak rekanan diingatkan untuk tidak sembarangan melayani pengelola proyek yang urusannya tak ada kaitannya dengan pelasanaan proyek.

“Kami imbau agar rekanan jangan sembarangan melayani pihak-pihak pengelola proyek yang tak ada kaitannya dengan pelaksanaan proyek, terutama terhadap peminta duit,” kata Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Barut, Mansaji ST, disela wawancara tekait kegiatan bidang pengairan di 2011 ini.

Mansaji tak merinci detail maksud dari pernyataannya itu. Dia juga tak menyebutkan hal semacam itu terjadi atau pernah terjadi dilingkup wilayah tugasnya. Menurutnya, pernyataannya itu, agar pelaksanaan proyek di 2011 murni dan berjalan lancer dengan tanpa singgulan kaitannya dengan janji pihak pelaksana proyek.

“Ini hanya himbauan agar para rekanan lebih berhati-hati tak mudah terjebak dalam permainan yang ujung-ujungnya justru merugikan mereka, terutama masalah mutu proyek yang mereka kerjakan,” imbuh Mansaji.

Sejauh ini belum diperoleh jawaban pasti terkait pernyataan Mansaji itu. Hanya diketahui, bila Mansaji meski sudah lama di Pengairan namun termasuk orang baru, yang dipercaya menjadi penanggungjawab kegiatan pada bidang itu.

Sebelumnya Kabid Pengairan dijabat Predi. Dipertengahan tahun 2010, Mansaji dipercaya menggantikan Fredi yang terpaksa mengakhiri karirnya karena masuk dalam masa pension. “Setahu saya Mansaji adalah orang baru,” ucap seorang rekanan.

Rekanan lain menyebutkan, memang belakangan, ada budaya tidak baik dianut beberapa pejabat instansi itu yakni dengan meminta beberapa uang kepada rekanan dengan berjanji akan memberikan sebuah paket proyek untuk imbalannya. Masalah itu, jelas saja tak hanya merugikan rekanan tapi juga merugikan daerah, karena dapat dipastikan mutu proyek berkurang oleh uangnya sebagian diperuntukan untuk kebutuhan pengelola proyek.

“Saya pernah ingin diminta terus menerus. Tapi setelah saya minta nasehat sama Kabid Mansaji, saya baru berani menolak. Syukur semua proyek yang tendernya saya menangkan, tak masalah sampai penyelesaiannya,”ucap seorang rekanan namun dengan alasan pekerjaan kedepannya, dia menolak disebutkan identitasnya.

Dikonfirmasi ulang soal pemerasan itu, Mansaji tak mengiyakan juga tak menganggap kabar itu bohong. “Terserah para rekanan menilai bertindak. Kalau mereka minta saran saya, selalu saya anjurkan untuk tidak merespon. Nama saya bahkan sering dicatut untuk permintaan uang kepada rekanan,” pungkas Mansaji.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama