SUARAPUBLIC.COM - Pelepasan kepemilikan saham pemerintah atas saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) di bawah harga pasar membuat harga saham bank pelat merah tersebut melorot.
"Saham BBNI diproyeksikan masih akan mengalami penurunan dengan level support pada angka 3.600 dan posisi resistance dinilai 3.700," kata analis UOB Kay Hian Securities Gema Merdeka Goeryadi di Jakarta, Jumat (10/12).
Seperti diketahui, hari ini pemerintah melepas 2.472.207.500 (16,35%) saham BBNI di harga Rp3.400, premium Rp300 (9,67%) dari penetapan harga rights issue Rp3.100 atau terdiskon 17,57% dari harga penutupan kemarin di Rp4.125.
Selain pemerintah, tidak pemegang saham dengan kepemilikan lebih dari 5% dalam struktur pemegang saham BBNI. Ini menunjukkan penjualan 16,35% saham BBNI ini seluruhnya dilakukan oleh pemerintah.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan, Bahana Securities memfasilitasi eksekusi 2.472.207.500 (16,35%) saham BBNI tersebut, terdiri atas 13,25% saham rights dan 3,1% greenshoe. Tiga investor tercatat melakukan pembelian terdiri atas 1 investor lokal yang menyerap 1,451 miliar saham (9,59%), dan 2 investor asing yang menyerap 1,021 miliar saham (6,76%).
Bahana dan UBS Securities memfasilitasi pembelian ini. Total nilai transaksi mencapai Rp8,405 triliun. Transaksi yang dilakukan investor asing itu dilakukan baik di pasar negosiasi dan pasar reguler. Investor asing melakukan pembelian bersih (net buy) saham BNI sebanyak Rp3,439 triliun di pasar negosiasi dan penjualan bersih (net sell) Rp11,75 miliar di pasar reguler.
Bahana selaku pembeli siaga (standby buyer) dalam aksi korporasi ini sudah menyerap 2.977.267 lot atau setara 1.488.633.500 lembar saham. Total nilai transaksi pembelian saham BNI oleh Bahana sebanyak Rp5,064 triliun baik di pasar reguler dan pasar negosiasi.
Bahana sudah melepas saham BNI di pasar negosiasi sebanyak 4.944.615 lot saham senilai Rp8,4 triliun dan sebanyak 32.750 lot di pasar reguler dengan nilai Rp63,664 miliar.
Salah satu pembeli di pasar negosiasi adalah UBS Securities yang membeli 1.977.766 lot atau setara 988,883 juta saham. Transaksi dilakukan di harga Rp3.400 dengan total nilai transaksi Rp3,3 triliun.
Dengan penjualan harga saham rights issue yang lebih rendah dari harga pasar, maka harga saham emiten berkode BBNI tersebut melorot. Hingga perdagangan Sesi I, nilai saham bank pelat merah tersebut turun Rp250 per lembar (6,06%) ke Rp3.875.
Pada akhir perdagangan hari ini, saham BBNI ditutup turun Rp150 (3,63%) ke Rp3975, dengan volume diperdagangkan sebanyak 322.568 lot dengan nilai Rp631,212 miliar. Saham BBNI menyentuh harga tertingginya di Rp4050 dan terendahnya di Rp3.825.(*)
Poros Barito
Technology
KRIMINALITAS
ANTI KORUPTOR
Sports
POROS KALTENG
SUARA PUBLIC's Admin
We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular
-
Bandung - Kebijakan baru soal penerbangan tanah air mulai tegas diberlakukan Dirjen Perhubungan Udara. Maskapai penerbangan yang dengan sen...
-
MUARA TEWEH – Sejak tahun 2010, Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut) telah mengusulkan ke Pemerintah Pusat agar Panglima Batur menjadi ...
-
SUARAPUBLIC.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi disarankan mengambil alih penyidikan kasus korupsi penggunaan dana hasil penjualan saham PT ...
-
SUARAPUBLIC.COM - Banjir di wilayah Kabupaten Bandung terus meluas akibat hujan deras yang turun sejak sore hari kemarin. Hujan tersebut me...
-
JUJUR , waktu memulai tulisan ini, hati saya masih diliputi keraguan. Dimana di antara tetap melanjutkan tulisan dari gagasan yang kian ha...
Top News
-
SAMPIT - Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, kemaren, atas nama Presiden Republik Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), ...
-
Lingkungan kotor akibat sampah di Jakarta Utara Tarakan - Perlu ada pengendalian transportasi untuk meminimalisir pengaruh lingkungan te...
-
Oleh : Ahmad Fajar Qomarudin اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ ...
-
Palembang – Misteri kematian wartawan Sriwijaya Post (Sripo) Arsep Pajario (40) terungkap. Nyawanya dihabisi ternyata dengan cara lehernya ...
-
PNS Kalteng (web) Suarapublic.co.cc, Palangkaraya - Pemprov Kalimantan Tengah kembali melakukan rekrutmen calon pegawai negeri sipil bagi m...
Pilihan
-
MUARA TEWEH – Sejak tahun 2010, Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut) telah mengusulkan ke Pemerintah Pusat agar Panglima Batur menjadi ...
-
Mas Achmad Santosa Terdakwa mafia pajak Gayus HP Tambunan diduga sering mendapatkan perlakuan khusus di Rutan Mako Brimob. Karena ...
-
JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengisyaratkan menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap ter...
-
SUARAPUBLIC.COM – Bukan main! Terdakwa Bahasyim Assifie pernah membuka 17 rekening sejak tahun 2004 hingga 2010 untuk menyimpan harta kekay...
-
Muara Teweh (Antara Kalteng) - Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah H Tajeri melapor ke Polres atas penagihan pajak bumi d...







Tidak ada komentar: