SUARAPUBLIC.COM - Silih berganti aktivitas tambang di Kutai Kartanegara (Kukar) menuai protes. Kemarin, warga Satuan Pemukiman (SP) 2 Kecamatan Kota Bangun mengadukan PT Gemarah Rahmi Persada (Gemida) ke Komisi I DPRD Kukar.
Warga menyebutkan, sawah mereka tercemar limbah perusahaan tambang dan jumlahnya terus menyusut, dari 185 hektare lahan pertanian, kini hanya tersisa 15 hektare. Tak hanya itu, suara blasting (ledakan) juga membuat rumah mereka retak-retak. Gemida dituding bekerja tanpa memperhatikan Amdal (Analisis Dampak Lingkungan).
“Ada enam kelompok tani di tempat kami. Lima tahun terakhir kami panen gagal karena sawah tercemar. Kami meminta perusahaan membayar kerugian akibat itu,” sebut Katimes, ketua Kelompok Tani Kendang Jadi.
Suraji, warga setempat, menambahkan, suara blasting sangat menggangu mereka pada Kamis (9/12) kemarin. Dinding rumahnya sampai bergetar keras. Keluhan ini sudah berulang-ulang disuarakan ke perusahaan. Terakhir kali di tahun 2008, Gemida mau memberikan ganti rugi kepada mereka. Belakangan warga menilai ganti rugi tidak sesuai dengan total kerugian mereka. “Perusahaan sudah mengundang kami pada 16 Desember untuk menyelesaikan ini. Kami berharap DPRD mau mendampingi kami,” ujarnya.
Ketua Komisi I Guntur bersama wakilnya Sabir Nawir mengatakan akan mendesak instansi terkait untuk menindak tegas perusahaan yang tidak bekerja dengan Amdal. “Kasus seperti ini terus-menerus terjadi. Kami mendesak BLHD (Badan Lingkungan Hidup Daerah) dan instansi terkait lebih ketat melakukan pengawasan,” katanya.(*)
Poros Barito
Technology
KRIMINALITAS
ANTI KORUPTOR
Sports
POROS KALTENG
SUARA PUBLIC's Admin
We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular
-
MUARA TEWEH – Sejak tahun 2010, Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut) telah mengusulkan ke Pemerintah Pusat agar Panglima Batur menjadi ...
-
MUARA TEWEH - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, mendorong hutan lindung Gunung Lumut di wilayah Kecamatan Gunung Purei ditetapkan menjadi t...
-
Muara Teweh (Antara Kalteng) - Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah H Tajeri melapor ke Polres atas penagihan pajak bumi d...
-
Mas Achmad Santosa Terdakwa mafia pajak Gayus HP Tambunan diduga sering mendapatkan perlakuan khusus di Rutan Mako Brimob. Karena ...
-
JAKARTA - Perusahaan asal Tiongkok yang mengkhususkan diri pada pengembangan peralatan nirkabel, Rapoo, meluncurkan produk-produknya deng...
Top News
-
SAMPIT - Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, kemaren, atas nama Presiden Republik Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), ...
-
Lingkungan kotor akibat sampah di Jakarta Utara Tarakan - Perlu ada pengendalian transportasi untuk meminimalisir pengaruh lingkungan te...
-
Oleh : Ahmad Fajar Qomarudin اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ ...
-
Palembang – Misteri kematian wartawan Sriwijaya Post (Sripo) Arsep Pajario (40) terungkap. Nyawanya dihabisi ternyata dengan cara lehernya ...
-
PNS Kalteng (web) Suarapublic.co.cc, Palangkaraya - Pemprov Kalimantan Tengah kembali melakukan rekrutmen calon pegawai negeri sipil bagi m...
Pilihan
-
JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengisyaratkan menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap ter...
-
MUARA TEWEH – Sejak tahun 2010, Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut) telah mengusulkan ke Pemerintah Pusat agar Panglima Batur menjadi ...
-
SUARAPUBLIC.COM – Bukan main! Terdakwa Bahasyim Assifie pernah membuka 17 rekening sejak tahun 2004 hingga 2010 untuk menyimpan harta kekay...
-
Mas Achmad Santosa Terdakwa mafia pajak Gayus HP Tambunan diduga sering mendapatkan perlakuan khusus di Rutan Mako Brimob. Karena ...
-
SUARAPUBLIC.COM - Bupati Nunukan Abdul Hafid Ahmad dilaporkan ke komisi pemberantasan korupsi (KPK) oleh seorang warga, Abdul Wahab Kiak. K...







Tidak ada komentar: