JAKARTA – Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum memenuhi panggilan terpidana Antasari Azhar menjadi saksi permohonan praperadilan Mabes Polri, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini (10/6).
Mengenakan baju batik lengan panjang, celana dan sepatu hitam, Anas menceriterakan seputar perkenalannya dengan almarhum Nasrudin Zulkarnaen Iskandar, mantan Dirut PT Rajawali Putra Banjaran pada persidangan dipimpin Hakim tunggal Didiek Setyo Handono.
Arek Jawa Timur itu mengaku kenal dengan Nasrudin selama dua tahun. “Saya kenal Pak Nas, demikian panggilan akrab Nasrudin, saat bertemu di satu seminar,” jelas Anas sambil menambahkan hubungan terus berlanjut dan terakhir bertemu di salah satu outlet di Bandung, tahun 2009.
“Saya bertemu terakhir dengan almarhum dua hari sebelum dia ditembak,” ucap Anas. Pertemuan tak disengaja itu tidak ada pembicaraan yang serius. “Ngobrol biasa. Pak Nas juga happy-happy saja. Tak ada perasaan galau,” jelasnya.
Dalam pertemuannya sekitar 7 menit itu, almarhum juga tidak membicarakan soal teror. Bahkan, selesai bertemu keduanya berjanji bertemu kembali dengan di Jakarta.
Usai sidang, Anas mengakui kedatangannya ke pengadilan guna memberikan dukungan moril pada Antasari.
Sedangkan Antasari mengatakan setelah selesai gugatannya ke Mabes Polri tentang permohonan praperadilan, mantan Ketua KPK ini berniat menggugat Rumah Sakit Mayapada, Tangerang yang menangani korban Nasrudin Zulkarnaen. Alasannya, rumah sakit itu diduga menghilangkan barang bukti berupa baju korban.
“Hingga kini barang bukti baju korban tidak pernah dihadirkan di persidangan,” jelasnya.
Sumber: Poskotanews.com
Poros Barito
Technology
KRIMINALITAS
ANTI KORUPTOR
Sports
POROS KALTENG
SUARA PUBLIC's Admin
We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular
-
JAKARTA - Pertumbuhan konsumsi domestik kuartal I/2013 diprediksi melambat, sehingga laju pertumbuhan ekonomi kuartal I/2013 diproyeksi hany...
-
Korea Selatan unjuk keperkasaan. Dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Asia, Jumat (28/1/2011), tim Ginseng mencukur Uzbekistan dengan s...
-
GRESIK - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menilai, upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air gagal, bahkan kian merajalela. Menur...
-
Lingkungan kotor akibat sampah di Jakarta Utara Tarakan - Perlu ada pengendalian transportasi untuk meminimalisir pengaruh lingkungan te...
-
Jakarta - Kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) membuka mata pemerintah. Dipastikan pemerintah kedepan tidak akan lagi membantu klub sepakb...
Top News
-
SAMPIT - Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, kemaren, atas nama Presiden Republik Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), ...
-
Lingkungan kotor akibat sampah di Jakarta Utara Tarakan - Perlu ada pengendalian transportasi untuk meminimalisir pengaruh lingkungan te...
-
Oleh : Ahmad Fajar Qomarudin اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ ...
-
Palembang – Misteri kematian wartawan Sriwijaya Post (Sripo) Arsep Pajario (40) terungkap. Nyawanya dihabisi ternyata dengan cara lehernya ...
-
PNS Kalteng (web) Suarapublic.co.cc, Palangkaraya - Pemprov Kalimantan Tengah kembali melakukan rekrutmen calon pegawai negeri sipil bagi m...
Pilihan
-
Palangkaraya - Impian warga Palangkaraya untuk mendapatkan suplai setrum listrik memadai sebentar lagi menjadi kenyataan. Pihak Perusahaan ...
-
Palangkaraya - Impian warga Palangkaraya untuk mendapatkan suplai setrum listrik memadai sebentar lagi menjadi kenyataan. Pihak Perusahaan ...
-
warna hijau lokasi Provinsi Gorontalo JAKARTA (suarapublic.com) - Kasus korupsi disejumlah daerah terus menjadi incara Komisi Pemberantasan...
-
Korea Selatan unjuk keperkasaan. Dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Asia, Jumat (28/1/2011), tim Ginseng mencukur Uzbekistan dengan s...
-
MUARA TEWEH – Rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Barito Utara (Barut), atas pelaksanaan program pembanguna...







Tidak ada komentar: