MUARATEWEH - Kepolisian Resor Kabupaten Barito Utara (Barut) terus melakukan penyelidikan sebab munculnya percikan api dalam peristiwa kebakaran di komplek perumahan dinas Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Dinas Pekerjaan Umum (Dispu) di Jalan A.Yani, Muara Teweh, Jumat (7/1/2011) lalu. Dalam musibah kebakaran itu, sedikitnya lima unit rumah dinas UPTD PU Kalteng ludes dilahap 'si jago merah'.
"Sumber api berasal dari rumah dinas yang ditempati M.Hamlet. Untuk penyebab api masih kita selidiki. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi," kata Kapolres Barut, AKBP Drs. Yan Frits Kaiway, melalui pesan singkat seluler yang dikirim Kasat Reskrim Polres Barut AKP Pratomo Widodo SIK, Sabtu (8/1/2011) sore.
Sementara itu, peristiwa kebakaran itu mengundang perhatian Kepala Dinas PU Kalteng. Tak kurang hanya sekadar memberikan nasihat sesaat pasca kebakaran, kemaren, Sabtu sekitar pukul 8.00 WIB, bersama rombongan Kadis PU Kalteng berkunjung langsung ke lokasi kebakaran. Tapi dia agak kecewa, karena kedatangannya tanpa kehadiran Kepala UPTD Muara Teweh, Dispu Kalteng.
"Terpaksa kami yang melayani. Tadi pagi Kadis melakukan pertemuan dengan kami, setelah ditanya keberadaan Kepala UPTD, kami beritahu saja sekenanya. Karena kami juga tidak tahu dia berada dimana sekarang," ucap sebuah sumber di instansi itu, Sabtu siang.
Bram, Kepala UPTD Dinas PU Kalteng di Muara Teweh, belum berhasil dikonfirmasi terkait ketidak hadirannya pada kunjungan Kadis PU Kalteng ke kantornya. Juga belum jelas diketahui, kenapa dia tak juga balik padahal komplek anaknya buahnya ludes terbakar.
Menurut sumber itu, Kepala UPTD Dispu Kalteng di Muara Teweh, memang sudah beberapa hari ini tak masuk kerja. Sejumlah stafnya yang rumahnya terbakar juga kehilangan kontak dengan dirinya, disaat api mulai menjalar menghabiskan tiga rumah milik Muahammad Hamlet, Iskandar dan rumah kosong bekas Bagio yang posisinya menghadap Selatan.
Dikomplek itu sendiri ada sembilan buah rumah Dinas UPTD Dispu Kalteng. Komplek masih satu lahan dengan kantor mereka yang menghadap ke Jalan Protokol, A.Yani. Usai membakar tiga rumah yang bila dari posisi masuk gang menghadap ke hilir itu, api kemudian menjalar ke rumah disampingnya yang menghadap Jalan A.Yani.
Hanya butuh beberapa menit rumah milik Kasubag UPTD Dispu Kalteng, Sukirna, sudah rata dengan tanah. Disaat berkobar api sempat menjangkiti atap rumah Naptali yang berjarak tak lebih dari satu meter disebelahnya. Akibatnya rumah milik staf pelaksana itupun turut jadi arang.
Beruntung petugas pemadam kebakaran segera datang, sehingga rumah milik Budi Kuling disebelahnya bisa diselamatkan dari jilatan api. Satu rumah milik Suwarno, yang berada disebelah kanan rumah Budi Kuling juga selamat. Sedangkan dua rumah, milik Yulianto dan bekas ditempati almr Nasrudin yang berada disebelah sumber api bisa diselamatkan karena saat api berkobar, angin sedang kencang bertiup ke hilir.
"Saya mengungsi di rumah kosong bekas Almr pak Nasrudin. Lainnya mengungsi disebelah sana," komentar Sukirna, ditemui Sabtu sore. Sukirna mengakui, saat kunjungan Kadis PU Kalteng ke kantor mereka, Kepala UPTD sedang tidak berada ditempat. Namun Sukirna, yang posisinya sebagai Kasubag TU di UPTD itu, mengaku tak tahu keberadaan pimpinannya itu. "Mungkin di Palangkaraya," jawabnya singkat.
BACA JUGA : Lima Rumah Dinas UPTD Ludes Terbakar
Poros Barito
Technology
KRIMINALITAS
ANTI KORUPTOR
Sports
POROS KALTENG
Home
»
baritotoday
»
breakingnews
»
headlinenews
»
muarateweh
»
sorottajuk
» Kepala UPTD PU Kalteng di Muara Teweh, Menghilang
SUARA PUBLIC's Admin
We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular
-
JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengisyaratkan menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap ter...
-
SUARAPUBLIC.COM – Bukan main! Terdakwa Bahasyim Assifie pernah membuka 17 rekening sejak tahun 2004 hingga 2010 untuk menyimpan harta kekay...
-
MUARA TEWEH – Sejak tahun 2010, Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut) telah mengusulkan ke Pemerintah Pusat agar Panglima Batur menjadi ...
-
Mas Achmad Santosa Terdakwa mafia pajak Gayus HP Tambunan diduga sering mendapatkan perlakuan khusus di Rutan Mako Brimob. Karena ...
-
SUARAPUBLIC.COM - Bupati Nunukan Abdul Hafid Ahmad dilaporkan ke komisi pemberantasan korupsi (KPK) oleh seorang warga, Abdul Wahab Kiak. K...
Top News
-
SAMPIT - Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, kemaren, atas nama Presiden Republik Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), ...
-
Lingkungan kotor akibat sampah di Jakarta Utara Tarakan - Perlu ada pengendalian transportasi untuk meminimalisir pengaruh lingkungan te...
-
Oleh : Ahmad Fajar Qomarudin اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ ...
-
Palembang – Misteri kematian wartawan Sriwijaya Post (Sripo) Arsep Pajario (40) terungkap. Nyawanya dihabisi ternyata dengan cara lehernya ...
-
PNS Kalteng (web) Suarapublic.co.cc, Palangkaraya - Pemprov Kalimantan Tengah kembali melakukan rekrutmen calon pegawai negeri sipil bagi m...
Pilihan
-
JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengisyaratkan menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap ter...
-
SUARAPUBLIC.COM – Bukan main! Terdakwa Bahasyim Assifie pernah membuka 17 rekening sejak tahun 2004 hingga 2010 untuk menyimpan harta kekay...
-
Mas Achmad Santosa Terdakwa mafia pajak Gayus HP Tambunan diduga sering mendapatkan perlakuan khusus di Rutan Mako Brimob. Karena ...
-
BATAM - Perusahaan galangan kapal, PT Drydocks di Tanjung Uncang, Jumat (14/1/2011) kemaren, kedatangan tamu istimewa dari Komisi IV DPRD K...
-
BOGOR - Kasus menghilangnya Briptu Rany Indah Yuni Nugraeni, anggota Polwan Polres Mojokerto, kini mulai menemui titik terang. Setelah diny...






Tidak ada komentar: