Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

POLITIKAL NEWS

Poros Barito

Technology

KRIMINALITAS

ANTI KORUPTOR

Sports

POROS KALTENG

Polres Barut Bekuk Dua Wanita Pengedar Sabu

Muara Teweh (Antara Kalteng) - Kepolisian Resor Barito Utara Kalimantan Tengah membekuk dua wanita tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu asal Muara Teweh.

"Tersangka pengedar narkoba ini diamankan beserta sejumlah barang bukti ditempat yang berbeda," kata Kasat Narkoba AKP Tugiyo di Muara Teweh, Jumat.

Dua wanita pengedar sabu itu ditangkap berawal polisi menangkap seorang wanita berinisial LR alias Lili (30) warga Jalan Brigjen Katamso kilometer 2 RT 28 Muara Teweh. Dia ditangkap di kawasan Jalan Panglima Batur pada Kamis (7/4) sekitar pukul 14.30 WIB.

Tersangka diamankan polisi setelah dua orang petugas penyamar sebagai pembeli. Setelah disepakati ingin bertemu dan petugas diminta menunggu sampai tiga jam, dan bertemu ternyata pelaku melemparkan bungkus rokok ke arah petugas yang menyamar sebagai pembeli.

"Saat itu polisi berhasil menangkap tangan pelaku dengan barang bukti satu paket narkotika jenis sabu seberat bruto 0,32 gram, satu buah handphone dan satu bungkus rokok LA," katanya.

Setelah dilakukan mengorek keterangan pelaku, polisi terus melakukan pengejaran terhadap pengedar lainnya dimana Lili mendapat barang bukti bernama Mimin, namun setelah dilakukan penggeledahan pelaku tidak ada di rumah kontrakannya, yang ada hanya istrinya HW alias Elen (34) warga Jalan Panti Ajar RT 28 Muara Teweh.

Ibu rumah tangga itu ditangkap karena mengetahui barang bukti milik suaminya pada Kamis (7/4) sekitar pukul 15.30 WIB, di tangan pelaku ditemukan barang bukti berupa satu paket sabu seberat 0,31 gram.

Selain itu disita barang bukti lainnya, berupa timbangan digital, plastik klip bening, sendok takar, seperangkat alat hisap sabu, isolasi, gunting dan handphone masing-masing satu unit.

Tugiyo mengatakan, tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia dijerat dengan Pasal 112 Ayat (1) juncto Pasal 114 Jo 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

"Kita akan terus kembangkan kasus ini hingga para pelaku bandar lainnya bisa tertangkap," katanya. www.antarakalteng.com

BC Sita 1.415 Karton Miras Impor Ilegal dari KIM 3

BELAWAN - Sedikitnya 1.415 karton minuman mengandung etil alkohol (MMEA) atau miras impor ilegal disita aparat Kanwil DJBC I Sumut dari areal pergudangan B1 Blok T7 KIM 3 Kecamatan Medan Deli. Ribuan karton miras impor tersebut disita dalam sebuah operasi penggerebekan dan menemukan botol minuman tanpa dilekati pita cukai, Sabtu (15/6) kemarin.
Informasi dihimpun Sumut Pos, penggerebekan gudang penimbun miras impor illegal itu berawal dari adanya laporan diterima intelijen Bea Cukai. Setelah melakukan pengintaian, petugas mendapati beberapa kenderaan pengangkut barang illegal masuk ke dalam areal pergudangan diduga mendapat pengamanan dari oknum aparat keamanan.

Setelah berkoordinasi dengan pihak TNI AL Belawan, petugas kemudian menggerebek lokasi penimbunan minuman mengandung etil alkohol tak resmi tersebut. Dari dalam lokasi gudang, petugas menemukan bungkusan besar (ball-red) warna hitam berisi kotak karton dan setiap kartonnya berisi 8 hingga 10 botol miras umumnya merek vodka tanpa pita cukai. Selain menyita miras, seorang pria berinisial, IW selaku kepala gudang juga diamankan petugas.

Untuk proses penyelidikan lanjutan, barang bukti miras impor illegal yang diduga masuk secara gelap melalui Pelabuhan Belawan serta Tanjung Balai, Asahan, itu ditaksir merugikan negara dari sisi potensi bea masuk dan cukai mencapai miliran rupiah. Kemudian belasan ribu botol miras dimaksud disita dan dibawa ke Kanwil DJBC I Sumut di Jalan Anggada, Kecamatan Medan Belawan.

Kepala Seksi Penindakan dan Pencegahan Kanwil DJBC I Sumut, Ogy Febri Adlha saat dihubungi Sumut Pos terkait diamankannya ribuan karton miras impor ilegal dari sebuah gudang di KIM 3 Medan Deli, membenarkan."Yang menggerebek tadi anggota kita. Diperkirakan ada seribu karton lebih barang bukti miras tanpa pita cukai yang disita," kata Ogy.

Atas penemuan miras impor illegal itu lanjut dia, pemilik barang bias dikenakan sanksi pidana bidang cukai pasal 50 jo 54 Undang-undang nomor 11 Tahun 1995 sebagaimana diubah dengan UU No 39 Tahun 2007 tentang cukai. "Saat ini kami terus mengembangkan asal usul barang impor ilegal itu, bagaimana bisa tersimpan di gudang tersebut. Untuk mengungkap siapa pemiliknya, petugas kita mengamankan seorang pria bertugas sebagai kepala gudang," pungkasnya.

Massa Bakar Kantor Polres Pegunungan Bintang

JAYAPURA - Provinsi Papua bergolak lagi. Kerusuhan akibat aksi masa kali ini dipicu pemukulan terhadap warga oleh anggota polisi. 

Tidak terima dengan ulah oknum anggota Polres Pegunungan Bintang, ratusan warga Oksibil ibu kota Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, Minggu (16/6) sekira pukul 10.45 WIT mengamuk. 

Mereka dengan merusak dan membakar kantor Polres Pegunungan Bintang, mobil dinas Kapolres, mobil dinas Wakapolres dan puluhan sepeda motor.
 
Dari kejadian ini, setidaknya lima anggota Polres Pegunungan Bintang mengalami luka-luka karena terkena lemparan batu, panah dan sabetan parang. Sedangkan untuk massa, dikabarkan ada satu yang terluka karena terkena lemparan batu.
 
Data yang diterima Cenderawasih Pos menyebutkan bahwa kejadian ini bermula ketika pukul 08.30 WIT anggota Polres Pegunungan Bintang melakukan penangkapan terhadap orang mabuk dan sempat melakukan pemukulan terhadap seorang warga yang identitas belum diketahui.

Kemudian pada pukul 11.00 WIT, ratusan warga yang diduga tidak terima dengan ulah oknum anggota itu mendatangi Mapolres Pegunungan Bintang dengan membawa senjata tradisional dan melakukan pelemparan, pengrusakan dan pembakaran terhadap Mapolres Pegunungan Bintang.
  
Sekira pukul 14.30 WIT massa meninggalkan Mapolres Pegunungan Bintang. Setelah kejadian itu, anggota Polres melakukan pengejaran terhadap massa yang melakukan pengrusakan dan pembakaran. Pada pukul 15.00 WIT dan anggota Polres pun melakukan aksi balas dengan membakar rumah kepala suku atas nama Yance Kalamatbin di Kampung Akbon I.

Pada pukul 16.00 WIT, anggota Polres yang melakukan pengejaran itu kemudian kembali ke Mapolres untuk melakukan konsolidasi. Sementara masyarakat sekitar yang tidak terlibat dalam aksi itu kemudian berlindung di Pos Satgas Kopassus dan Koramil setempat dan mereka belum berani kembali ke rumahnya masing-masing.
  
Dari aksi ini, Kantor Polres dalam keadaan rusak berat, Barak Dalmas hangus terbakar, mobil dinas Kapolres dan Wakapolres hangus terbakar. Selain itu, mobil Patroli Sabhara dan sekitar 25 motor dinas Polres juga hangus terbakar.
  
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. I Gede Sumerta Jaya ketika dikonfirmasi Minggu (16/6) kemarin mengungkapkan bahwa kejadian ini berawal dari Sabtu (15/6) sekitar pukul 15.00-17.00 WIT aparat Polres Pegunungan Bintang melakukan operasi penegakan ketertiban lalu lintas dan menindak dua orang masyarakat yang mabuk saat mengendarai sepeda motor dan motornya kemudian ditahan.

Menggauli Pacar, Diringkus Polisi

KEDIRI - Polisi akhirnya meringkus Hendra Priyo, 27, warga Kecamatan Pare, karena diduga mencabuli pacarnya, Mawar (bukan nama sebenarnya), 14, warga Kecamatan Pare. Penangkapan tersebut dilakukan setelah orang tua Mawar melapor ke Mapolres Kediri Selasa (11/6).

Kasubbaghumas Polres Kediri AKP Budi Nutjahjo menyatakan, Hendra ditangkap di rumahnya pada Jumat malam (14/6). Saat itu, sekitar pukul 18.30, petugas dari Satreskrim Polres Kediri mendatangi kediamannya. ""Tersangka tidak melawan saat ditangkap,"" ujarnya, Sabtu (15/6).

Awalnya, pelaku yang bekerja sebagai kenek truk itu pergi ke Surabaya setelah dilaporkan keluarga si pacar. Melalui orang tuanya, polisi meminta Hendra untuk pulang ke rumah. Dia akhirnya pulang pada Kamis malam (13/6). ""Petugas kami langsung datang ke rumahnya dan menangkap tersangka,"" terang mantan anggota Propam Polda Jatim tersebut.

Pencabulan itu terjadi pada Sabtu (8/6). Saat itu, Hendra mengajak pacarnya untuk berhubungan intim di rumahnya sekitar pukul 20.00. Hubungan terlarang tersebut terjadi saat orang tuanya tidur. Sementara itu, adik tersangka keluar rumah.

Karena mengetahui anaknya pulang larut malam, orang tua Mawar curiga. Setelah diinterograsi, Mawar akhirnya mengakui hubungan itu.

Kepada polisi, dia menyatakan hanya sekali berhubungan intim. Tapi, Hendra menjelaskan, dirinya berhubungan intim dengan Mawar lebih dari sekali. Mereka melakukan sejak Februari. "Ada delapan kali," ucapnya saat ditemui di ruang Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri kemarin.

Pelajar Kelas 3 SMP di Surabaya Jadi Germo

SURABAYA-Polrestabes Surabaya mengungkap kegiatan perdagangan belasan anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar SMP untuk dijadikan pelacur. Ironisnya, pelakunya juga masih diberusia 15 tahun. Pelaku perempuan asal Surabaya yang masih kelas 3 SMP.

Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Suparti di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (9/6) mengatakan dari pengungapan ini, selain menangkap NA, polisi juga mengamankan 3 siswa yang menjadi korban. Kesemuanya ini diamankan dari satu hotel di Jalan Darmo Kali Surabaya. Saat digrebeg, salah seorang korban sedang dalam tidak berbusana.

“Ada seorang pria yang diamankan. Dia yang memboking. Tapi karena saat digerebeg, si pria belum melakukan apa-apa. Tetapi tetap kita periksa. Kalau ada bukti-bukti yang kuat, kita akan jerat dengan pasal pencabulan.” ujar Suparti.

Kompol Suparti juga menjelaskan, modus yang dilakukan cukup sederhana seperti hasil-hasil ungkap sebelumnya. tersangka menawarkan kepada lelaki hidung belang dan mengajak bertemu untuk memberikan harga sambil memberikan foto-foto calon korbannya. Setelah ada kesepakatan harga, baru pertemuan dilangsungkan dihotel.

“Korban ada yang dijual 750 ribu ada yang satu juta. Tapi untuk korban mendapatkan 500 ribu. Dan NA mengambil sisanya.” ujar Suparti.

Polisi menduga bukan hanya 3 korban saja. Tetapi ada banyak. Sebab, remaja berusia 13 tahun itu sudah menjalani profesi sudah enam bulan lalu. Nah, ilmu mencari korban dan laki-laki hidung belang, ia dapatkan ketika ia masih menjadi korban pelacuran sebelumnya.

Sumber:(Poskotanews.com)

Nenek 60 Tahun Diperkosa Sampai Pingsan

TASIKMALAYA - Lelaki bejad tega memperkosa nenek berusia 60 tahun hingga korban pingsan. Pelaku, Andi alias Copet, menodai M, di warung korban di Kampung Cempaka, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung Kota Tasikmaya, Minggu (9/6) dinihari.

Sekitar Pk. 01:00 Copet datang ke warung merangkap tempat tinggal M, minta dibuatkan mi instan dan kopi. Setelah melayani Copet, korban menutup pintu dan tidur. Rupanya diam-diam Copet datang lagi. Dia membuka pintu dan memerkosa wanita tua itu, setelah itu kabur.

Korban yang pingsan dibawa warga ke rumah sakit. Kapolsek Cihideung, AKP Tri Sumarsono menegaskan anggotanya masih memburu Copet, warga Kampung Leuwimalang, Kec. Bungursari, Tasikmalaya. 

sumber:(Poskotanews.com)

"Kok Kelamin Saya Dipotong?"

TANGERANG-Motif NN, (22), wanita yang menjadi tersangka pemotong alat kelamin milik Abdul Muhyi dikarenakan dia dipaksa untuk berhubungan intim.

“Pengakuan tersangka karena dipaksa berhubungan intim,” ujar Kapolsek Pamulang Kompol M Nasir, Selasa (21/5/2013).

Kapolsek mengatakan, kronologis peristiwa berawal dari perkenalan mereka sekitar empat bulan melalui telepon salah sambung. Namun, keduanya malah intens berhubungan dua bulan sebelum peristiwa itu terjadi. “Tanggal 14 Mei itu diajak ketemuan, dengan lokasi di Depan Unpam,” ujarnya.

Setelah bertemu, NN diajak jalan-jalan dengan menggunakan sepeda motor milik Abdul Muhyi ke kawasan Sawangan, Depok. Dalam perjalan, NN diajak berhubungan intim. “Dicari tempat kompleks perumahan yang sepi, tetapi tidak sampai berhubungan intim. Hanya pegang-pegang,” imbuhnya.

Kemudian NN pun diajak lagi ke Reni Jaya, Pamulang dan dibawa ke sebuah lorong gang yang sepi. “Setelah itu lah NN dipaksa hubungan intim sambil berdiri. Padahal belum jadian. Karena dipaksa, NN menjadi dendam,” tuturnya.

Setelah itu, dia dibawa lagi ke daerah Pamulang untuk makan nasi goreng di pinggir jalan dan pelaku baru mempunyai niat untuk memotong kemaluan si Muhyi.

“Sebelum pulang sambil menunggu angkot. NN bilang ke korban ingin melihat kemaluan si korban. NN sudah lebih dulu melihat ada pisau cutter dan kemudian NN mengajak ke kantin Unpam . Waktu itu sekitar jam 02.00 WIB,” jelasnya.

Pisau cutter yang berada di kolong meja kantin Unpam, kemudian dijadikan NN untuk memotong kelamin Muhyi setelah dia membuka reseleting celana dan menunjukan kemaluannya sampai ereksi dalam posisi berdiri. “NN langsung memotong kelamin korban,” terangnya.

Namun, anehnya saat di potong, korban tak kesakitan atau berteriak. Malahan dia kebingungan atas tindakan pelaku kenapa di potong alat kelaminnnya. “Tetapi saat dipotong korban tak berteriak, justru bertanya kenapa kok kelamin saya dipotong?” tambah Kapolsek meniru pengakuan korban.

Pelaku saat itu tidak langsung kabur, justru pelaku ingin mengantarnya ke Rumah Sakit. Namun, korban malahan pergi ke Puskemas untuk selanjutnya di rujuk ke RSUD.

Dalam kesehariannya, NN memang menggunakan cadar. NN mengaku terpaksa melakukan itu lantaran takut ditinggal oleh korban karena tidak mengetahui kawasan tersebut. “Selain itu juga karena dipaksa,” tegas Nasir.


Sumber: www.okezone.com

Kontributor TVOne Tewas Tabrakan


MEDAN, Mobil Xenia BK 1506 HG yang membawa rombongan wartawan tabrakan dengan truk tangki di Jalan Medan-Binjai Km 13, Minggu (5/5) sekitar pukul 06.00 Wib.
Dalam peristiwa itu satu orang tewas yakni Didi Syahputra,23, wartawan TvOne kontributor Aceh Tamiang.
Sedangkan empat rekannya Bambang Suhandoko,28, wartawab harian Pos Metro Binjai, Irvan, 40, reporter Trans TV, Aswin, 32, mingguan Satya Bakti dan Deviyanti, 21, kritis dan saat ini mendapat perawatan di rumah sakit H Adam Malik, Medan.
Korban bersama empat rekannya berangkat dari Medan menuju Binjai. Mobil yang dikemudikan Irvan melaju cukup kencang.
Saat melintas di lokasi kejadian, muncul mobil tangki bermuatan bahan CPU BK 9002 CI melaju dari arah Binjai ke Medan. Mobil yang dikemudikan Irvan hilang kendali dan menabrak truk tangki dari arah berlawanan.
Didi Syahputra yang berada duduk disamping Irvan mengalami guncangan hebat di dalam mobil. Akhirnya kelima korban awalnya dilarikan ke Rumah Sakit Sundari, Jalan Pinang Baris, Medan.
Namun, nyawa Didi Syahputra tidak terselamatkan lagi. Sedangkan keempat korbannya lainnya dirujuk ke RSU Adam Malik Jalan Bungalow, Medan.
Kasat Lantas Polresta Medan Kompol Budi Hedrawan mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara. Supir truk tangki, Sudiono, sudah dimintai keterangannya.
“Kita masih kesulitan untuk mencari saksi mata saat kecelakaan. Tapi supir truk tangki sudah kita mintai keterangannya. Mobil Xenia BK 1506 HG warna Hitam dan truk tangki BK 9002 CI masih berada di Mapolsekta Sunggal untuk barang bukti,”kata Kasat. (poskotanews.com)

Sopir Tembak Menabrak Sepeda Motor Rusak Diamuk Massa


JAKARTA, Menghindari petugas, sopir tembak Kopaja 502, menabrak suami-istri yang berboncengan sepeda motor di trafiq liqht (TL) Jatibaru, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (5/5) siang.
Bis angkutan umum itu pun diamuk massa.  “Saat kejadian, dompet pasangan suami istri itu sempat dijarah massa yang berlagak mau menolong, hingga mereka masuk rumah sakit  dibuatkan tanpa identitas,” tegas Kasat Lantas Polres Jakpus AKBP Selamat.
Korban Ahmad, 53, dan istri Ny Jamjuni,49,warga Jalan Budi Mulia  RT O4/11 Pademangan, Jakarta Utara,  mengalami luka parah akibat benturan kepala keaspal kini dirawat di RSUD Tarakan, sedang sopir tembak Pomo Siahaan,23, yang sempat diamuk massa kini mendekam di kantor polisi.
Kasat Lantas Polres Jakpud AKBP Selamat, tiba di Tempat kejadian perkara TkP) menuturkan sekitar pukul 11:00. Pasangan suami istri ini baru pulang belanja dari Pasar Tanah Abang, berboncengan sepeda motor Yamaha Mio B 6848 UMH, membawa barang belanjaan.
Persis di tempat kejadian, Kopaja B7727 DG, jurusan Kampung Melayu-Tanah Abang  masih sepi penumpang ngetem sesaat di bawah jembatan.
Korban sempat mendahului Kopaja yang ngetem di TL. Namun, saat  melihat ada mobil petugas sedang observasi, sopir tembak asal P Siantar, Medan,  menghindar hingga sempat dua kali mutar di lokasi fly over.
Naas, mendadak motor yang dikendarai korban ditabrak Kopaja dari belakang hingga barang bawaan tumpah berantakan bersama suami-istri jatuh hingga ter pental kepala terjedot aspal,
Massa melihat kejadian bergegas berdatangan dan menolong kedua korban yang tak sadarkan diri.
Kini pasangan suami-istri yang luka serius dikirim ke rumah sakit sedang mobil langsung dirusak massa hingga kaca dan bodi rusak diamuk warga yang kesal melihat sopir tembak ngebut-ngebutan.
Sementara massa yang masih emosi, melihat di belakang ada Kopaja lain iku menjadi amukan warga, mobil bernomer B 7922 GD, yang dikemudikan Aldiru Manurung jadi sasaran warga ikut dirusak massa. Kini mobil tersebut diamankan ke kantor polisi.(poskotanews.com)

Polres Jemput 9 Pekerja Asal Lampung

LAMPUNG, Sebanyak sembilan (9) buruh dari Blambangan Pagar, Kabupaten Lampung Utara yang disekap dan disiksa di pabrik kuali di Tangerang akan dijemput oleh Polres Lampung Utara dengan pengawalan .

Hal ini dikatakan Kabid Humas Polda Lampung, AKBP. Dra. Sulistiyaningsih pada Minggu (5/5). “Kami akan melakukan penjemputan dan pengawalan terhadap 9 warga Blambangan Pagar, Lampung Utara yang masih di Tangerang.

Penanganan perkara ini ada di Polresta Tangerang dan kami sudah melakukan kordinasi,” ujar Kabid Humas Polda Lampung. Sebelumnya diberitakan bahwa 2 buruh pabrik kuali di Kampung Bayuropak Cadas, Tigaraksa Tangerang yang berasal dari Blambangan Pagar Kabupaten Lampung Utara yakni Andi Gunawan , 20, dan Junaidi ,22, mengalami penyiksaan selama bekerja di pabrik tersebut.

Kedua buruh ini berhasil lolos kabur dari pabrik yang dijaga para centeng-centeng kejam. “Saya dan kawan yang lain berasal dari satu kampung diajak orang yang datang mengaku mencari tenaga kerja untuk bekerja di Tangerang dengan gaji Rp. 700 ribu perbulan ditanggung makan dan tempat tinggal di perusahaan, ” paparnya.

“Saya dan kawan-kawan tertarik lalu berangkat dan mulai masuk kerja pada 2 Mei 2013. Sejak bekerja kami tidak digaji, pakaian tidak pernah ganti, dan hanya diberi makan sehari 2 kali yakni pagi dan siang dengan jam kerja mencapai 18 jam perharinya, ” tambahnya.

Ruang tidur yang disediakan perusahaan hanya berukuran sekitar 4×4 dengan diisi 40 buruh pabrik. “Seluruh barang bawaan kami dari mulai HP, pakaian dan tas semuanya disita oleh centeng yang kejam,” kata Junaidi. “Untunglah saya dan kawan saya bisa berhasil lolos dari perusahaan yang menyekap kami dan masih banyak buruh lainnya yang berada di pabrik tersebut,” ungkap Junaidi. (poskotanews.com)

Penculik Bayi di Jakarta Barat Berhasil Diamankan Kepolisian

ilustrasi
Jakarta - Wagianti, 43 tahun, benar-benar keterlaluan. Sudah diberi peluang pekerjaan menjadi pengsuh bayi, malah anak majikannya berniat diculik. Beruntungnya ulah Wagianti berhasil digagalkan Kepolisian Sektor Metro Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Wagianti dibekuk personil Polsek Metro Tanjung Duren saat berada dalam bus Sinar Jaya di kawasan Cibitung, dalam upaya pelariannya menculik bayi majikannya itu. "Ia dibekuk tepat saat berada di ruas tol Jakarta-Cikampek kemarin," kata Ajun Komisaris Johari Bule, Kanit Reserse Kriminal Polsek Metro Tanjung Duren, Sabtu (29/1).

Menurut Kanit Reserse Polsek Metro, pelaku Wagianti baru sebulan bekerja di rumah majikannya pasangan Ruliana Abidin dan Seto Hariyanto di Tanjung Duren Selatan, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Pelaku dipekerjakan sebagai pengasuh anak mereka, Cyrilia Valeska, umur 12 hari.

Keberhasilan penangkapan terhadap pelaku penculiakan bayi itu diakui Johari karena cepatnya laporan orang tua korban dan bantuan masyarakat. "Begitu menerima laporan, kami menelusuri lingkungan sekitar rumah korban," jelasnya.

Selanjutnya informasi dari seorang sopir Bajaj yang baru mengantar tersangka ke Terminal Grogol, diketahui bahwa Wagianti telah kabur menumpang bus Sinar Jaya jurusan Grogol - Purwokerto. Polisi kemudian berkoordinasi dengan pihak armada dan sopir bus yang ditumpangi tersangka, sebelum akhirnya tertangkap.

"Alasan tersangka sakit hati karena kurang diperhatikan oleh majikannya. Selain itu dia merasa dipekerjakan tidak sesuai perjanjian karena lebih banyak berperan sebagai pembantu daripada baby sitter," jelas Johari.

Terkait kejadian itu, Polsek Metro Tanjung Duren terus melakukan pengembangan kasus. Namuns sejauh ini masih belum terindikasi keterlibatan tersangka pada sindikat perdagangan manusia. "Motif sementara ini murni sakit hati. Jadi tidak ada jaringan yang mengendalikan tersangka,," Johar.

"Menurut tersangka anak itu akan diberikannya pada temannya yang tidak punya anak di Brebes," timpal Kanit Reserse. Wagianti sendiri kini meringkuk di ruang tahanan Polsek Metro Tanjung Duren. Tersangka dijerat Pasal 328 KUHP tentang penculikan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Penculik Bayi di Jakarta Barat Berhasil Diamankan Kepolisian

ilustrasi
Jakarta - Wagianti, 43 tahun, benar-benar keterlaluan. Sudah diberi peluang pekerjaan menjadi pengsuh bayi, malah anak majikannya berniat diculik. Beruntungnya ulah Wagianti berhasil digagalkan Kepolisian Sektor Metro Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Wagianti dibekuk personil Polsek Metro Tanjung Duren saat berada dalam bus Sinar Jaya di kawasan Cibitung, dalam upaya pelariannya menculik bayi majikannya itu. "Ia dibekuk tepat saat berada di ruas tol Jakarta-Cikampek kemarin," kata Ajun Komisaris Johari Bule, Kanit Reserse Kriminal Polsek Metro Tanjung Duren, Sabtu (29/1).

Menurut Kanit Reserse Polsek Metro, pelaku Wagianti baru sebulan bekerja di rumah majikannya pasangan Ruliana Abidin dan Seto Hariyanto di Tanjung Duren Selatan, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Pelaku dipekerjakan sebagai pengasuh anak mereka, Cyrilia Valeska, umur 12 hari.

Keberhasilan penangkapan terhadap pelaku penculiakan bayi itu diakui Johari karena cepatnya laporan orang tua korban dan bantuan masyarakat. "Begitu menerima laporan, kami menelusuri lingkungan sekitar rumah korban," jelasnya.

Selanjutnya informasi dari seorang sopir Bajaj yang baru mengantar tersangka ke Terminal Grogol, diketahui bahwa Wagianti telah kabur menumpang bus Sinar Jaya jurusan Grogol - Purwokerto. Polisi kemudian berkoordinasi dengan pihak armada dan sopir bus yang ditumpangi tersangka, sebelum akhirnya tertangkap.

"Alasan tersangka sakit hati karena kurang diperhatikan oleh majikannya. Selain itu dia merasa dipekerjakan tidak sesuai perjanjian karena lebih banyak berperan sebagai pembantu daripada baby sitter," jelas Johari.

Terkait kejadian itu, Polsek Metro Tanjung Duren terus melakukan pengembangan kasus. Namuns sejauh ini masih belum terindikasi keterlibatan tersangka pada sindikat perdagangan manusia. "Motif sementara ini murni sakit hati. Jadi tidak ada jaringan yang mengendalikan tersangka,," Johar.

"Menurut tersangka anak itu akan diberikannya pada temannya yang tidak punya anak di Brebes," timpal Kanit Reserse. Wagianti sendiri kini meringkuk di ruang tahanan Polsek Metro Tanjung Duren. Tersangka dijerat Pasal 328 KUHP tentang penculikan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Gawat, Anggota Lemdiklat Mabes Polri Terlibat Perampokan Mobil Box

Jakarta - Citra Mabes Polri tercoreng. Dua anggotanya yang bertugas di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Mabes Polri ditangkap atas keterlibatan perampokan mobil box.

"Pangkat anggota Lemdiklat Mabes Polri ini Briptu. Mereka berpura-pura hendak melakukan razia," beber Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar, seperti dilaporkan detikcom, Minggu (23/1/2011).

Menurut Djafar, keduanya berinisial Briptu S dan Briptu N. Dua oknum itu ditangkap di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Sabtu (22/1) malam.

"Keduanya kini telah ditahan di Mapolda Metro Jaya. Mereka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan," tegas Djafar.

Namun Djafar mengaku belum mengetahui peran kedua anggota tersebut dalam perampokan itu. "Masih belum diketahui bagaimana keterlibatan mereka juga apa peran mereka dalam perampokan itu," timpalnya.

Selain mengamankan dua oknum polisi, pihak Mabes Polri juga menangkap 3 warga sipil lainnya. "Jumlah mereka lima orang, termasuk tiga orang warga sipil," ujarnya.

Perampokan sendiri terjadi Sabtu (22/1) di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Saat itu, keduanya berpura-pura hendak melakukan razia terhadap sebuah mobil box yang berisi ratusan unit laptop.

Laptop tersebut hendak dikirim dari Kelapa Gading menuju kawasan pertokoan Mangga Dua. Setibanya di Kemayoran, dua oknum ini menghentikan laju mobil yang dikemudian sopir dan kernetnya. "Anggota itu menunjukkan Kartu Anggota," kata sumber di Kepolisian.

Setelah itu, tiga pelaku warga sipil kemudian membawa korban ke mobil lain. Korban kemudian dibuang di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Sumber menyebutkan, kedua oknum tersebut ditengarai kerap melakukan aksi serupa. "Sasarannya mobil yang berisi barang elektronik," kata sumber. Kedua oknum tersebut bahkan memiliki informan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok jika ada pengangkutan barang elektronik.

Gawat, Anggota Lemdiklat Mabes Polri Terlibat Perampokan Mobil Box

Jakarta - Citra Mabes Polri tercoreng. Dua anggotanya yang bertugas di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Mabes Polri ditangkap atas keterlibatan perampokan mobil box.

"Pangkat anggota Lemdiklat Mabes Polri ini Briptu. Mereka berpura-pura hendak melakukan razia," beber Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar, seperti dilaporkan detikcom, Minggu (23/1/2011).

Menurut Djafar, keduanya berinisial Briptu S dan Briptu N. Dua oknum itu ditangkap di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Sabtu (22/1) malam.

"Keduanya kini telah ditahan di Mapolda Metro Jaya. Mereka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan," tegas Djafar.

Namun Djafar mengaku belum mengetahui peran kedua anggota tersebut dalam perampokan itu. "Masih belum diketahui bagaimana keterlibatan mereka juga apa peran mereka dalam perampokan itu," timpalnya.

Selain mengamankan dua oknum polisi, pihak Mabes Polri juga menangkap 3 warga sipil lainnya. "Jumlah mereka lima orang, termasuk tiga orang warga sipil," ujarnya.

Perampokan sendiri terjadi Sabtu (22/1) di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Saat itu, keduanya berpura-pura hendak melakukan razia terhadap sebuah mobil box yang berisi ratusan unit laptop.

Laptop tersebut hendak dikirim dari Kelapa Gading menuju kawasan pertokoan Mangga Dua. Setibanya di Kemayoran, dua oknum ini menghentikan laju mobil yang dikemudian sopir dan kernetnya. "Anggota itu menunjukkan Kartu Anggota," kata sumber di Kepolisian.

Setelah itu, tiga pelaku warga sipil kemudian membawa korban ke mobil lain. Korban kemudian dibuang di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Sumber menyebutkan, kedua oknum tersebut ditengarai kerap melakukan aksi serupa. "Sasarannya mobil yang berisi barang elektronik," kata sumber. Kedua oknum tersebut bahkan memiliki informan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok jika ada pengangkutan barang elektronik.

Gila, Uang Presiden Berhasil Dirampas Kawanan Perampok

Ilustrasi Aksi Perampokan
Buenos Aires - Wah, ini benar-benar kejadian menarik sekaligus menggelikan. Uang senilai 68 ribu dolar AS dan 17 ribu euro milik Presiden Ar­gentina Cristina Fernandez, berhasil dirampas kawanan perampok di negara itu.

Menarik dari kejadian ini karena sasaran rampok justru orang paling berkuasa di negara itu, dimana seluruh perangkat dan alat negara seperti tentara dibawah perintahnya. Sedangkan menggelikan, kok pegawai sekelas staf kepresidenan tanpa perlawanan begitu mudahnya terperdaya dengan aksi kawanan rampok.

Lagi pula negara itu banyak mencetak milyader dari cabang sepak bola, masa tindak kriminal perampokan malah tinggi. Ini menandakan terjadi kesenjangan sosial begitu jauh di negara itu, lain halnya bila kasus tindak kriminal perkelahian atau pembunuhan.

Media setempat melapokan, peristiwa itu terjadi, Ka­mis (13/1) lalu, kawanan perampok ber­sen­jata berhasil memaksa petugas kepresidenan menyerahkan uang dalam ransel sepulangnya dari bank.

Sejatinya uang tersebut untuk membiayai be­be­rapa pejabat negara itu yang ikut dalam rombongan Presiden Fernandez melakukan lawatan kene­garaan ke Timur Tengah. Setelah berhasil merampas uang itu, pelaku ke­mudian kabur secepat kilat de­ngan sepeda motor.

"Perampokan terjadi kemarin Kamis dan peristiwa itu sudah dilaporkan kepada polisi," kata juru bicara peme­rintah Alfredo Scoccimarro.

Saat itu, utusan Presiden Fernandez meng­ambil uang tunai untuk per­jalanan ke Turki, Qatar dan Ku­wait. Duit itu disiapkan untuk meng­ongkosi biaya pejabat negara itu yang ikut mendampingi staf kepresidenan ke Timur Tengah.

Alfredo mengakui, insiden perampokan itu terjadi di tengah melonjaknya tindak kejahatan di Negeri Tango. "Pelaku keba­nyakan menggunakan kendaraan," timpalnya. Di dalam banyak kasus yang terjadi, sebutnya, perampok me­nargetkan masyarakat yang baru saja diketahui me­ninggalkan bank dan membawa uang tunai dalam jumlah besar.

Menurutnya, warga Argentina sudah sangat kesal de­ngan tingkat kriminal yang semakin tinggi di negaranya. Dia mencontohkan Maret 2009 lalu, dimana sekitar 10 ribu orang berunjuk rasa di ibukota Argentina, Buenos Aires, demi mencari dukungan masyarakat, untuk memusuhi para pelaku kriminal di negara itu.

Tak maen-maen, mayoritas pengunjukrasa mengusulkan pemberlakuan kembali hukuman mati bagi tindak kriminal dinegara itu. Hukuman mati tersebut sudah tak berlaku lagi sejak 1984. Saat itu, Argentina baru meng­akhiri tujuh tahun rezim militer. Diperkirakan sebanyak 30 ribu orang tewas terbunuh pada masa berlakunya hukuman mati kala itu.

Masih terkait aksi perampokan yang belakangan meningkat di Negara pemain terbaik sepak bola dunia, Lionel Messi itu, sejumlah orga­nisasi setempat meng­gu­na­kan banyak media untuk kam­panye keamanan negara, terma­suk melalui situs di internet. Mereka mengklaim mendapatkan dukungan dari 106 ribu orang melalui Facebook, untuk pemberlakuan hukum mati bagi tindak kriminal tersebut.

Mungkin kebetulan atau memang sudah direncanakan? Yang pasti sebelum uangnya berhasil digasak kawanan perampok negaranya, Presiden Argen­tina Cristina Fernandez, memang tengah disorot habis-habisan oleh rakyatnya terkait meningkatnya tindak kriminal di negara itu.

Cristina Fernandez dituding kurang fo­kus menangani kejahatan, sehingga tindak kriminal tiap tahunnya malah meingkat. Kritikan dibalas bantahan Men­teri Ke­hakiman setempat dengan mengatakan, usaha yang dila­ku­kan pemerintah sudah menem­patkan Argentina sebagai bangsa dengan angka pem­bunuhan teren­dah dalam masa ini.

Gila, Uang Presiden Berhasil Dirampas Kawanan Perampok

Ilustrasi Aksi Perampokan
Buenos Aires - Wah, ini benar-benar kejadian menarik sekaligus menggelikan. Uang senilai 68 ribu dolar AS dan 17 ribu euro milik Presiden Ar­gentina Cristina Fernandez, berhasil dirampas kawanan perampok di negara itu.

Menarik dari kejadian ini karena sasaran rampok justru orang paling berkuasa di negara itu, dimana seluruh perangkat dan alat negara seperti tentara dibawah perintahnya. Sedangkan menggelikan, kok pegawai sekelas staf kepresidenan tanpa perlawanan begitu mudahnya terperdaya dengan aksi kawanan rampok.

Lagi pula negara itu banyak mencetak milyader dari cabang sepak bola, masa tindak kriminal perampokan malah tinggi. Ini menandakan terjadi kesenjangan sosial begitu jauh di negara itu, lain halnya bila kasus tindak kriminal perkelahian atau pembunuhan.

Media setempat melapokan, peristiwa itu terjadi, Ka­mis (13/1) lalu, kawanan perampok ber­sen­jata berhasil memaksa petugas kepresidenan menyerahkan uang dalam ransel sepulangnya dari bank.

Sejatinya uang tersebut untuk membiayai be­be­rapa pejabat negara itu yang ikut dalam rombongan Presiden Fernandez melakukan lawatan kene­garaan ke Timur Tengah. Setelah berhasil merampas uang itu, pelaku ke­mudian kabur secepat kilat de­ngan sepeda motor.

"Perampokan terjadi kemarin Kamis dan peristiwa itu sudah dilaporkan kepada polisi," kata juru bicara peme­rintah Alfredo Scoccimarro.

Saat itu, utusan Presiden Fernandez meng­ambil uang tunai untuk per­jalanan ke Turki, Qatar dan Ku­wait. Duit itu disiapkan untuk meng­ongkosi biaya pejabat negara itu yang ikut mendampingi staf kepresidenan ke Timur Tengah.

Alfredo mengakui, insiden perampokan itu terjadi di tengah melonjaknya tindak kejahatan di Negeri Tango. "Pelaku keba­nyakan menggunakan kendaraan," timpalnya. Di dalam banyak kasus yang terjadi, sebutnya, perampok me­nargetkan masyarakat yang baru saja diketahui me­ninggalkan bank dan membawa uang tunai dalam jumlah besar.

Menurutnya, warga Argentina sudah sangat kesal de­ngan tingkat kriminal yang semakin tinggi di negaranya. Dia mencontohkan Maret 2009 lalu, dimana sekitar 10 ribu orang berunjuk rasa di ibukota Argentina, Buenos Aires, demi mencari dukungan masyarakat, untuk memusuhi para pelaku kriminal di negara itu.

Tak maen-maen, mayoritas pengunjukrasa mengusulkan pemberlakuan kembali hukuman mati bagi tindak kriminal dinegara itu. Hukuman mati tersebut sudah tak berlaku lagi sejak 1984. Saat itu, Argentina baru meng­akhiri tujuh tahun rezim militer. Diperkirakan sebanyak 30 ribu orang tewas terbunuh pada masa berlakunya hukuman mati kala itu.

Masih terkait aksi perampokan yang belakangan meningkat di Negara pemain terbaik sepak bola dunia, Lionel Messi itu, sejumlah orga­nisasi setempat meng­gu­na­kan banyak media untuk kam­panye keamanan negara, terma­suk melalui situs di internet. Mereka mengklaim mendapatkan dukungan dari 106 ribu orang melalui Facebook, untuk pemberlakuan hukum mati bagi tindak kriminal tersebut.

Mungkin kebetulan atau memang sudah direncanakan? Yang pasti sebelum uangnya berhasil digasak kawanan perampok negaranya, Presiden Argen­tina Cristina Fernandez, memang tengah disorot habis-habisan oleh rakyatnya terkait meningkatnya tindak kriminal di negara itu.

Cristina Fernandez dituding kurang fo­kus menangani kejahatan, sehingga tindak kriminal tiap tahunnya malah meingkat. Kritikan dibalas bantahan Men­teri Ke­hakiman setempat dengan mengatakan, usaha yang dila­ku­kan pemerintah sudah menem­patkan Argentina sebagai bangsa dengan angka pem­bunuhan teren­dah dalam masa ini.

Ibu Rumah Tangga Tewas Tanpa Kepala

KUALA KAPUAS - Warga Desa Sungairingin Kecamatan Kapuas Tengah, Selasa (4/1) pagi, geger. Seorang warga setempat ditemukan tewas dalam kondisi menggenaskan yakni tanpa tanpa kepala.

Peristiwa tersebut saat ini sudah dalam penanganan kepolisian setempat. Namun hingga sekarang belum diketahui persisi kronologi kejadiannya. Pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan dan memintai keterangan warga sekitar kejadian.

"Personil sudah berangkat menuju lokasi kejadian. Tapi masih belum saya ketahui korban tewas karena dianiaya atau meninggal mendadak lalu kepalanya diambil binatang," kata Kapolres Kapuas AKBP Wisnu Putra, kepada wartawan.

Korban diketahui bernama Neneng (45), ibu rumah tangga, juga warga setempat. Neneng ditemukan tewas di sebuah ladang yang jaraknya ekitar tiga kilometer dari desa. Korban pertama kali ditemukan oleh salah eorang keluarganya yang ketika itu bermaksud pergi ke ladang.

"Saya masih menunggu laporan anggota di lapangan. Untuk penyidikan, saya juga akan berangkatkan tim dari polres ke TKP," timpal Wisnu.

Ibu Rumah Tangga Tewas Tanpa Kepala

KUALA KAPUAS - Warga Desa Sungairingin Kecamatan Kapuas Tengah, Selasa (4/1) pagi, geger. Seorang warga setempat ditemukan tewas dalam kondisi menggenaskan yakni tanpa tanpa kepala.

Peristiwa tersebut saat ini sudah dalam penanganan kepolisian setempat. Namun hingga sekarang belum diketahui persisi kronologi kejadiannya. Pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan dan memintai keterangan warga sekitar kejadian.

"Personil sudah berangkat menuju lokasi kejadian. Tapi masih belum saya ketahui korban tewas karena dianiaya atau meninggal mendadak lalu kepalanya diambil binatang," kata Kapolres Kapuas AKBP Wisnu Putra, kepada wartawan.

Korban diketahui bernama Neneng (45), ibu rumah tangga, juga warga setempat. Neneng ditemukan tewas di sebuah ladang yang jaraknya ekitar tiga kilometer dari desa. Korban pertama kali ditemukan oleh salah eorang keluarganya yang ketika itu bermaksud pergi ke ladang.

"Saya masih menunggu laporan anggota di lapangan. Untuk penyidikan, saya juga akan berangkatkan tim dari polres ke TKP," timpal Wisnu.

Perusahaan Kimia Sewa Preman Intimidasi Warga

SUARAPUBLIC.COM - Polisi dan aparat Pemda Serang terkesan membiarkan aksi premanisme yang dilakukan oleh sebuah perusahaan kimia yang baru 10 bulan beroperasi di daerah Jawilan, Serang, adu seorang warga terhadap Komnas HAM, Rabu (22/12/2010).

Pengaduan ini merupakan bagian dari aksi unjuk rasa berlangsung di depan Komnas HAM, Jakarta, Rabu siang. Para pengunjuk rasa yang berjumlah ratusan itu datang dari Serang, untuk mengadu ke Komnas atas nasib mereka.

Ditemani oleh Sri Bintang Pamungkas, para pengunjuk rasa yang berasal dari tiga desa di Kabupaten Serang, Banten, itu menuntut sebuah perusahaan kimia, PT CAB Raya, untuk berhenti beroperasi. Sebab, perusahaan itu dianggap telah mencemari lingkungan dan mengakibatkan kerugian bagi penduduk.

Selain itu, perusahaan tersebut tidak memiliki izin. Agar tidak terganggu oleh warga, perusahaan itu memakai jasa preman untuk menjaga keamanan. Warga mengaku mereka memiliki bukti visual yang mempertontonkan aksi preman yang disewa PT CAB Raya. Para preman juga menggunakan senjata tajam untuk mengintimidasi warga setempat.

Warga khawatir mengalami kegagalan panen untuk ketiga kalinya atas 42 hektare lahan pertanian mereka. Pihak Komnas HAM sendiri hanya bisa memberikan rekomendasi kepada kepolisian dan memanggil pihak-pihak yang terkait dengan perizinan operasi perusahaan kimia tersebut.(*)

Perusahaan Kimia Sewa Preman Intimidasi Warga

SUARAPUBLIC.COM - Polisi dan aparat Pemda Serang terkesan membiarkan aksi premanisme yang dilakukan oleh sebuah perusahaan kimia yang baru 10 bulan beroperasi di daerah Jawilan, Serang, adu seorang warga terhadap Komnas HAM, Rabu (22/12/2010).

Pengaduan ini merupakan bagian dari aksi unjuk rasa berlangsung di depan Komnas HAM, Jakarta, Rabu siang. Para pengunjuk rasa yang berjumlah ratusan itu datang dari Serang, untuk mengadu ke Komnas atas nasib mereka.

Ditemani oleh Sri Bintang Pamungkas, para pengunjuk rasa yang berasal dari tiga desa di Kabupaten Serang, Banten, itu menuntut sebuah perusahaan kimia, PT CAB Raya, untuk berhenti beroperasi. Sebab, perusahaan itu dianggap telah mencemari lingkungan dan mengakibatkan kerugian bagi penduduk.

Selain itu, perusahaan tersebut tidak memiliki izin. Agar tidak terganggu oleh warga, perusahaan itu memakai jasa preman untuk menjaga keamanan. Warga mengaku mereka memiliki bukti visual yang mempertontonkan aksi preman yang disewa PT CAB Raya. Para preman juga menggunakan senjata tajam untuk mengintimidasi warga setempat.

Warga khawatir mengalami kegagalan panen untuk ketiga kalinya atas 42 hektare lahan pertanian mereka. Pihak Komnas HAM sendiri hanya bisa memberikan rekomendasi kepada kepolisian dan memanggil pihak-pihak yang terkait dengan perizinan operasi perusahaan kimia tersebut.(*)