JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, agenda pemberantasan korupsi yang digembar-gemborkan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - Boediono masih sebatas wacana.
Buktinya, dalam satu tahun pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II, belum ada peningkatan yang signifikan dalam upaya pemberantasan korupsi sebagaimana yang dijanjikan saat kampanye pilpres lalu.
"Janji dalam masa kampanye hanya sekadar janji. Tidak ada kemajuan signifikan dalam penuntasan kasus korupsi besar, misalnya dalam kasus Gayus Tambunan," kata Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (20/10).
Indikator gagalnya pemerintah di bidang pemberantasan korupsi, kata Febri, dapat dilihat dalam upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan institusi Kejaksaan dan Kepolisian maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pemberantasan korupsi yang dilakukan ketiga institusi penegak hukum itu, tidak lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya. "Karenanya, SBY-Boediono jangan mengklaim telah melakukan upaya pemberantasan korupsi," katanya.
Yang mengherankan, ujar Febri, keberadaan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum yang menjadi lembaga kebanggaan Presiden SBY, ternyata tidak membawa hasil maksimal dalam melaksanakan tugasnya. Yang terjadi, katanya, rekayasa ditutup dengan rekayasa.
"Satgas Pemberantasan Mafia Hukum yang digadang-gadang SBY, tidak membawa hasil banyak. Satgas tidak berperan maksimal.
Misalnya, dalam kasus Gayus Tambunan yang diproses hanya aktor kelas teri, dan ini disetting dan dibatasi pengusutan hanya pada pelaku kecil saja. Jadi intinya, pemberantasan mafia hukum gagal total, rekayasa ditutup dengan rekayasa," ujarnya menambahkan.
Kondisi seperti ini, katanya, membuktikan bahwa pemerintahan pimpinan SBY-Boediono, tidak mempunyai komitmen yang tinggi dalam memberantas korupsi. Hal tersebut, semakin diperjelas dengan keluarnya kebijakan memberikan grasi, remisi dan pembebasan bersyarat terhadap para koruptor.
Pernyataan senada juga dikemukakan peneliti hukum ICW Donal Fariz. Donal mengatakan, dalam setahun pemerintahan SBY-Boediono, pemberantasan korupsi gagal. Indikasi dari kegagalan tersebut, katanya, terjadinya kriminalisasi dua pemimpin KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.
"Di sisi lain, Jaksa Agung tidak mampu membenahi institusinya secara internal. Sementara itu, kinerja dari Kepolisian RI juga tidak berjalan dengan baik. Polri tidak mampu menangani kasus rekening tidak wajar sejumlah petingginya," ujarnya menambahkan.
Di tempat terpisah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan internal PKS pada tahun pertama pemerintahan KIB jilid II, bidang hukum dan ekonomi dinilai yang paling jeblok.
Hal tersebut, kata Anis, disebabkan kurangnya koordinasi antarlembaga penegak hukum, sehingga mengakibatkan menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan munculnya ketidakpastian hukum di Indonesia.
"Dari kedua aspek tersebut (ekonomi dan hukum), permasalahannya ada pada koordinasi dalam kabinet. Adanya penilaian dari UKP4 justru hanya mencari kambing hitam dari permasalahan, bukan mencari solusi terhadap permasalahan," katanya.
Poros Barito
Technology
KRIMINALITAS
ANTI KORUPTOR
Sports
POROS KALTENG
SUARA PUBLIC's Admin
We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular
-
MUARA TEWEH, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) set...
-
MUARA TEWEH, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) set...
-
MUARA TEWEH, Pemerintah Kabupaten Barito utara, Kalimantan Tengah, mengalokasikan dana untuk kegiatan pemilihan bupati dan wakil bupati p...
-
Muara Teweh (Antara Kalteng) - Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah H Tajeri melapor ke Polres atas penagihan pajak bumi d...
-
SUARAPUBLIC.COM, MUARATEWEH - Lister Goberth kembali dipercaya menjadi Ketua DPD PKB Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalteng, periode 2010-...
Top News
-
SAMPIT - Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, kemaren, atas nama Presiden Republik Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), ...
-
Lingkungan kotor akibat sampah di Jakarta Utara Tarakan - Perlu ada pengendalian transportasi untuk meminimalisir pengaruh lingkungan te...
-
Oleh : Ahmad Fajar Qomarudin اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ ...
-
Palembang – Misteri kematian wartawan Sriwijaya Post (Sripo) Arsep Pajario (40) terungkap. Nyawanya dihabisi ternyata dengan cara lehernya ...
-
PNS Kalteng (web) Suarapublic.co.cc, Palangkaraya - Pemprov Kalimantan Tengah kembali melakukan rekrutmen calon pegawai negeri sipil bagi m...
Pilihan
-
Muara Teweh (Antara Kalteng) - Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah H Tajeri melapor ke Polres atas penagihan pajak bumi d...
-
New York - Produsen ponsel Motorola 'membelah diri' menjadi dua perusahaan. Ini menjadi langkah terakhir penyelamatan perusahaan ya...
-
Salah satu Objek wisata Pantai Kabupaten Kaur SUARAPUBLIC.COM - Peristiwa longsor di ruas jalan arah selatan Kota Bengkulu pada Minggu (...
-
JAKARTA - Isu RIM akan merilis dua device baru, terus diperbincangkan kalangan pengguna. Kabarnya produk terbaru Blackberry itu akan diperk...
-
MUARA TEWEH, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) set...






Tidak ada komentar: