BANJARMASIN - Petani di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bernasib kurang mujur pada musim tanam kali ini. Cuaca buruk dan tingginya intensitas bencana mengakibatkan mereka gagal panen. Kondisi bahkan menyebabkan anjloknya produksi komoditas pertanian didaerah setempat.
"Sejumlah daerah sentra pertanian terkena bencana menyebabkan produksi beberapa komoditas, terutama padi, tidak mencapai target," kata Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kalsel Yohanes Sriyono, dikutif dari situs mediaindonesia.com, Rabu (27/10).
Hingga bulan ini produksi padi Kalsel yang ditargetkan 2,2 juta ton gabah kering giling hanya mampu tercapai 1,9 juta ton. Demikian juga dengan luas tanam padi dari 510.700 hektare untuk lima tipe lahan irigasi, tadah hujan, pasang surut, rawa lebak, dan lahan kering, hanya terealisasi 473.264 hektare.
Kerugian terparah dialami puluhan ribu petani yang selama ini mengandalan penanaman di areal lahan rawa lebak. Cuaca buruk menyebabkan 35 hektare lahan jenis tersebut di sejumlah kabupaten seperti Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, dan Barito Kuala, tidak bisa ditanami.
Produksi jagung juga mengalami penurunan dari 25.901 ton pada 2009 menjadi hanya 22.878 ton. Sedangkan, singkong turun dari 8.133 ton menjadi 6.908 ton. "KOmoditas lainnya pun mengalami penurunan produksi," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Utara Aunul Hadi mengatakan kondisi kehidupan puluhan ribu petani di wilayahnya saat ini memprihatinkan. "Para petani tidak dapat memanfaatkan lahan rawa lebak. Tetapi mereka kini beralih profesi menjadi nelayan rawa," tutupnya.
Poros Barito
Technology
KRIMINALITAS
ANTI KORUPTOR
Sports
POROS KALTENG
Home
»
Banjarmasin
»
breakingnews
»
KALSEL
»
porosborneo
» Akibat Cuaca Buruk, Produksi Pertanian Kalsel Anjlok
SUARA PUBLIC's Admin
We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular
-
MUARA TEWEH, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) set...
-
BANJARMASIN - Petani di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bernasib kurang mujur pada musim tanam kali ini. Cuaca buruk dan tingginya int...
-
MUARA TEWEH, Pemerintah Kabupaten Barito utara, Kalimantan Tengah, mengalokasikan dana untuk kegiatan pemilihan bupati dan wakil bupati p...
-
Dinas Teknis Diharapkan Bertindak Tegas Dok : SUARAPUBLIC Ini salah satu contoh kerusakan hutan setelah lahan diberikan IUP kepada perusah...
-
JAKARTA - Seiring dilibatkanya penyidik KPK dalam pemantauan sekaligus pengecekan anggaran desa, sebaiknya aparatur desa lebih berhati-hati...
Top News
-
SAMPIT - Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, kemaren, atas nama Presiden Republik Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), ...
-
Lingkungan kotor akibat sampah di Jakarta Utara Tarakan - Perlu ada pengendalian transportasi untuk meminimalisir pengaruh lingkungan te...
-
Oleh : Ahmad Fajar Qomarudin اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ ...
-
Palembang – Misteri kematian wartawan Sriwijaya Post (Sripo) Arsep Pajario (40) terungkap. Nyawanya dihabisi ternyata dengan cara lehernya ...
-
PNS Kalteng (web) Suarapublic.co.cc, Palangkaraya - Pemprov Kalimantan Tengah kembali melakukan rekrutmen calon pegawai negeri sipil bagi m...
Pilihan
-
MUARA TEWEH, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) set...
-
MUARA TEWEH, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) set...
-
Gayus HP Tambunan benar-benar sudah menjadi buah bibir rakyar tanah air ini. Pasca beredar poto mirip dirinya sedang menonton turnamen Teni...
-
Dinas Teknis Diharapkan Bertindak Tegas Dok : SUARAPUBLIC Ini salah satu contoh kerusakan hutan setelah lahan diberikan IUP kepada perusah...
-
JAKARTA - Seiring dilibatkanya penyidik KPK dalam pemantauan sekaligus pengecekan anggaran desa, sebaiknya aparatur desa lebih berhati-hati...







Tidak ada komentar: