![]() |
| web |
"Kenaikan belanja bisa mencapai 10–15%. Kenaikan ini secara otomatis mendongkrak omzet ritel," kata Ketua Harian Aprindo Tutum Rahanta, dikutif harian Seputar Indonesia (SINDO), kemarin.
Adanya kenaikan itu, diperkirakan omzet akan jauh lebih besar dari tahun sebelumnya. Untuk target penjualan tahun ini, diperkirakan akan mencapai Rp100 triliun."Lebaran masuk dalam semester II,kemungkinan omzet ritel bisa meningkat sekitar Rp60 triliun. Angka ini lebih besar dibandingkan tahun lalu," timpalnya.
Tutum mengatakan, sepekan menjelang Lebaran, pengusaharitel bisa meraup lebih dari 70% keseluruhan target omzet selama Lebaran.
Lembaga survei Nielsen memprediksi, tahun ini laju pertumbuhan konsumsi masyarakat dalam bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri diperkirakan meningkat 12% dibandingkan tahun sebelumnya.
Beberapa waktu lalu, Executive Director of Retail Measurement Services Nielsen Teguh Yunanto mengatakan, tingkat kepercayaan diri konsumen tahun ini dalam membelanjakan barang mulai membaik dibandingkan tahun sebelumnya.
Hasil survei Nielsen, pada Ramadan dan mendekati Idul Fitri, konsumen lebih banyak belanja di pasar modern seperti hipermart, supermarket, dan minimarket, dibandingkan belanja di pasar tradisional. Pada masa-masa menjelang Lebaran, keperluan masyarakat semakin banyak.
"Tahun lalu yang menggerakkan belanja konsumen di pusat perbelanjaan modern adalah kategori makanan. Penjualan meningkat 29% di supermarket dan 19% di minimarket dibandingkan bulan biasa.Tahun ini kategori makanan juga masih mendominasi konsumsi pembelanjaan masyarakat," ungkap Teguh.







Tidak ada komentar: