Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

POLITIKAL NEWS

Poros Barito

Technology

KRIMINALITAS

ANTI KORUPTOR

Sports

POROS KALTENG

Tim 'Ginseng' Korsel Libas Uzbekistan Skor 3-2

Korea Selatan unjuk keperkasaan. Dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Asia, Jumat (28/1/2011), tim Ginseng mencukur Uzbekistan dengan skor 3-2. Hasil itu juga menjadi pengaman posisi bagi Korsel pada Piala Asia 2015 nanti di Australia.

Tim asuhan Cho Kwang-Rae itu terlihat akan meraih kemenangan mengesankan dengan unggul 3-0 pada babak pertama. Tapi Uzbekistan bangkit dan memperkecil kekalahan.

Gol kelima Koo Ja-Cheol pada kompetisi tersebut merancang kemenangan Korea Selatan sebelum Ji Dong-Won menambah dengan dua gol yang dirancang dengan penuh seni.

Gol pada babak pertama dan babak kedua dari Alexander Geynrikh membawa Uzbekistan kembali ke permainan, tapi Korea Selatan dapat menahan keunggulannya dan merebut posisi ketiga kompetisi benua Asia itu untuk ketigakalinya dalam empat turnamen.

Australia akan bertemu juara tiga kali Jepang pada pertandingan final yang akan digelar Sabtu (29/1/2011).

Tim 'Ginseng' Korsel Libas Uzbekistan Skor 3-2

Korea Selatan unjuk keperkasaan. Dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Asia, Jumat (28/1/2011), tim Ginseng mencukur Uzbekistan dengan skor 3-2. Hasil itu juga menjadi pengaman posisi bagi Korsel pada Piala Asia 2015 nanti di Australia.

Tim asuhan Cho Kwang-Rae itu terlihat akan meraih kemenangan mengesankan dengan unggul 3-0 pada babak pertama. Tapi Uzbekistan bangkit dan memperkecil kekalahan.

Gol kelima Koo Ja-Cheol pada kompetisi tersebut merancang kemenangan Korea Selatan sebelum Ji Dong-Won menambah dengan dua gol yang dirancang dengan penuh seni.

Gol pada babak pertama dan babak kedua dari Alexander Geynrikh membawa Uzbekistan kembali ke permainan, tapi Korea Selatan dapat menahan keunggulannya dan merebut posisi ketiga kompetisi benua Asia itu untuk ketigakalinya dalam empat turnamen.

Australia akan bertemu juara tiga kali Jepang pada pertandingan final yang akan digelar Sabtu (29/1/2011).

2012, Pemerintah Tak Lagi Biayai Klub Sepakbola

Jakarta - Kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) membuka mata pemerintah. Dipastikan pemerintah kedepan tidak akan lagi membantu klub sepakbola dari sisi anggaran. Itu berlaku untuk semua klub sepakbola profesional yang berlaga di Indonesia Super League (ISL).

"Saya dan Menpora (Andi Mallarangeng) sudah sepakat tahun 2012 klub profesional ISL tidak lagi diperbolehkan menggunakan dana APBD. Itu akan kita lakukan disemua klub," beber Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, sesaat setelah bertemu dengan pimpinan KPK, Senin (24/1) petang di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan.

Meski begitu, sebut Gamawan, pemerintah tetap akan menggelontorkan dana untuk pembinaan dan pelatihan sepakbola amatir. Dananya sendiri akan disalurkan pemerintah melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni). "Untuk pelatihan tetap akan disalurkan. Disalurkannya melalui KONI," katanya.

Seperti diketahui, banyak pihak menuding dana hibah dari APBD kepada klub sepakbola tersebut sangat rentan diselewengkan dan dikorupsi, baik oleh pemerintah daerah maupun oleh pengurus klub itu sendiri.

2012, Pemerintah Tak Lagi Biayai Klub Sepakbola

Jakarta - Kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) membuka mata pemerintah. Dipastikan pemerintah kedepan tidak akan lagi membantu klub sepakbola dari sisi anggaran. Itu berlaku untuk semua klub sepakbola profesional yang berlaga di Indonesia Super League (ISL).

"Saya dan Menpora (Andi Mallarangeng) sudah sepakat tahun 2012 klub profesional ISL tidak lagi diperbolehkan menggunakan dana APBD. Itu akan kita lakukan disemua klub," beber Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, sesaat setelah bertemu dengan pimpinan KPK, Senin (24/1) petang di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan.

Meski begitu, sebut Gamawan, pemerintah tetap akan menggelontorkan dana untuk pembinaan dan pelatihan sepakbola amatir. Dananya sendiri akan disalurkan pemerintah melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni). "Untuk pelatihan tetap akan disalurkan. Disalurkannya melalui KONI," katanya.

Seperti diketahui, banyak pihak menuding dana hibah dari APBD kepada klub sepakbola tersebut sangat rentan diselewengkan dan dikorupsi, baik oleh pemerintah daerah maupun oleh pengurus klub itu sendiri.

Taufik Kembali Gagal Taklukan Chong Wei

Malaysia - Taufik Hidayat kembali gagal menaklukan Lee Chong Wei. Dalam laga final Malaysia Terbuka Super Series di Putra Stadium, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (23/1), Taufik yang menjadi unggulan kedua harus puas menjadi runner up setelah kalah 8-21 dan 17-21 dari Lee Chong Wei.

Sebelumnya, di turnamen Hong Kong Super Series 2010 Desember lalu, Taufik juga kalah dari pebulutangkis nomor satu dunia itu. Begitu pula pada partai puncak Indonesia Super Series Juni silam.

Pada Malaysia Terbuka Super Series itu, Cina memborong empat gelar lainnya melalui tiga final sesama pemain Cina. Satu gelar dipersembahkan ganda putra unggulan kelima Chai Biao/Guo Zhendong yang mengalahkan pasangan Denmark Mads Conrad-Petersen/Jonas Rasmussen 21-16 dan 21-14.

Gelar tunggal putri diperoleh unggulan kedua Wang Shixian yang menang atas Wang Yihan 21-18 dan 21-14. Sedangkan gelar ganda putri direbut unggulan delapan Tian Qing/Zhao Yunlei yang menalukkan Yu Yang/Wang Xiaoli 21-12, 6-21, dan 21-17.

Gelar ganda campuran dimenangi unggulan ketujuh He Hanbin/Ma Jin yang mengungguli unggulan kelima Tao Jiaming/Tian Qing 21-13, 13-21, dan 21-16.

Taufik Kembali Gagal Taklukan Chong Wei

Malaysia - Taufik Hidayat kembali gagal menaklukan Lee Chong Wei. Dalam laga final Malaysia Terbuka Super Series di Putra Stadium, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (23/1), Taufik yang menjadi unggulan kedua harus puas menjadi runner up setelah kalah 8-21 dan 17-21 dari Lee Chong Wei.

Sebelumnya, di turnamen Hong Kong Super Series 2010 Desember lalu, Taufik juga kalah dari pebulutangkis nomor satu dunia itu. Begitu pula pada partai puncak Indonesia Super Series Juni silam.

Pada Malaysia Terbuka Super Series itu, Cina memborong empat gelar lainnya melalui tiga final sesama pemain Cina. Satu gelar dipersembahkan ganda putra unggulan kelima Chai Biao/Guo Zhendong yang mengalahkan pasangan Denmark Mads Conrad-Petersen/Jonas Rasmussen 21-16 dan 21-14.

Gelar tunggal putri diperoleh unggulan kedua Wang Shixian yang menang atas Wang Yihan 21-18 dan 21-14. Sedangkan gelar ganda putri direbut unggulan delapan Tian Qing/Zhao Yunlei yang menalukkan Yu Yang/Wang Xiaoli 21-12, 6-21, dan 21-17.

Gelar ganda campuran dimenangi unggulan ketujuh He Hanbin/Ma Jin yang mengungguli unggulan kelima Tao Jiaming/Tian Qing 21-13, 13-21, dan 21-16.

PT Djarum Berencana Tuntut Rp 7 Miliar LSI

JAKARTA - Kisrus pengurus PSSI dengan pihak penyelenggara Liga Primer Indonesia (LPI) yang dibentuk pengusaha terkenal nasional, Arifin Panigoro, berbuntut tuntutan gati rugi terhadap penyelenggara Indonesia Super Liga (ISL). PT Djarum, selaku sponsor utama berencana mengajukan klaim ganti rugi sebeesar Rp 7 milyar kepada pihak penyelenggara ISL.

Alasan tuntuan salah satunya karena banyak pertandingan yang diselenggarakan ISL gagal digelar. Selain itu adanya beberapa club peserta ISL mundur yang kemudian berpindah ke kompetisi lainnya. Seperti diketahui, klub ISL 2010/2011 yang dipastikan mundur adalah kemudian pindah ke kompetisi LPI adalah Persema Malang, Persibo Bojonegoro, dan PSM Makassar.

Tuntutan finansial itu merujuk kesepakatan awal dengan PT Liga Indonesia, dimana PT Djarum selaku sponsor utama, bisa memberikan penalti dalam bentuk nilai uang dengan jumlah tertentu bila ada pertandingan yang gagal dilaksanakan.

"Kita sudah positif akan mengajukan tuntutan. Besarkan nilai tuntutan, Rp 100 juta dikalikan dengan jumlah laga yang hilang atau gagal dipertandingkan. Ini merupakan bentuk konsekuensi yang harus diterima," kata Fatih Chabanto, Perwakilan PT Djarum.

Diakui, mundurnya tiga klub ISL yang bergabung dengan LPI, mengakibatkan beberapa pertandingan yang digelar praktis tanpa penonton. PT Djarum menghitung, ada sekitar 70 laga gagal maupun terancam tak bisa dipertandingkan, pasca hengkangnya tiga club Persema Malang, Persibo Bojonegoro dan PSM Makassar.

Bila dikalikan nominal Rp 100 juta denda dalam setiap satu kali pertandingan gagal digelar, berarti ganti rugi yang harus dibayar PT Liga Indonesia kepada sponsor utama mencapai Rp 7 miliar.

Denda harus ditanggung PT Liga Indonesia juga dapat dihitungkan dari sebuah pertandingan kandang yang ternyata tanpa penonton atau dipindah ke tempat netral. "Kami sedang menunggu program Liga. Bagaimana mereka membuat perubahan, membuat kompetisi tetap menarik, dan klub tidak berkurang lagi. Namun aturan sanksi berlapis tetap dipakai, selain denda Rp100 juta untuk laga yang hilang, kami dan Liga sudah sepakat dengan denda yang lain," jelas Fatih.

Besarnya denda dari selain akibat gagalnya pertandingan bervariasi. Mulai dari denda Rp 50 juta ditiap laga tanpa penonton. Ada juga denda Rp 75 juta per laga bagi pemindahan kandang dengan penonton. Denda sama Rp 100 bila laga dilaksanakan di tempat netral dan digelar tanpa penonton.

Menurut Fatih, penalti yang nantinya akan diajukan ke pihak PT Liga Indonesia, dari hasil kalkulasi uang sponsorship untuk kompetisi periode 2010/2011 yang mana sudah dibayarkan pihak sponsor utama sebesar 50 persen dari total kewajiban sponsor utama sebesar Rp 40 miliar.

Klaim dana penalti sendiri akan diajukan pihak PT Djarum kepada PT Liga Indonesia, nantinya diambil dari dana sponsorship yang dikeluarkan di termin kedua. Artinya sisa uang yang wajib dibayarkan ke pengelola ISL dalam kompetisi 2010-2011, tinggal tersisa Rp 13 miliar.

PT Djarum Berencana Tuntut Rp 7 Miliar LSI

JAKARTA - Kisrus pengurus PSSI dengan pihak penyelenggara Liga Primer Indonesia (LPI) yang dibentuk pengusaha terkenal nasional, Arifin Panigoro, berbuntut tuntutan gati rugi terhadap penyelenggara Indonesia Super Liga (ISL). PT Djarum, selaku sponsor utama berencana mengajukan klaim ganti rugi sebeesar Rp 7 milyar kepada pihak penyelenggara ISL.

Alasan tuntuan salah satunya karena banyak pertandingan yang diselenggarakan ISL gagal digelar. Selain itu adanya beberapa club peserta ISL mundur yang kemudian berpindah ke kompetisi lainnya. Seperti diketahui, klub ISL 2010/2011 yang dipastikan mundur adalah kemudian pindah ke kompetisi LPI adalah Persema Malang, Persibo Bojonegoro, dan PSM Makassar.

Tuntutan finansial itu merujuk kesepakatan awal dengan PT Liga Indonesia, dimana PT Djarum selaku sponsor utama, bisa memberikan penalti dalam bentuk nilai uang dengan jumlah tertentu bila ada pertandingan yang gagal dilaksanakan.

"Kita sudah positif akan mengajukan tuntutan. Besarkan nilai tuntutan, Rp 100 juta dikalikan dengan jumlah laga yang hilang atau gagal dipertandingkan. Ini merupakan bentuk konsekuensi yang harus diterima," kata Fatih Chabanto, Perwakilan PT Djarum.

Diakui, mundurnya tiga klub ISL yang bergabung dengan LPI, mengakibatkan beberapa pertandingan yang digelar praktis tanpa penonton. PT Djarum menghitung, ada sekitar 70 laga gagal maupun terancam tak bisa dipertandingkan, pasca hengkangnya tiga club Persema Malang, Persibo Bojonegoro dan PSM Makassar.

Bila dikalikan nominal Rp 100 juta denda dalam setiap satu kali pertandingan gagal digelar, berarti ganti rugi yang harus dibayar PT Liga Indonesia kepada sponsor utama mencapai Rp 7 miliar.

Denda harus ditanggung PT Liga Indonesia juga dapat dihitungkan dari sebuah pertandingan kandang yang ternyata tanpa penonton atau dipindah ke tempat netral. "Kami sedang menunggu program Liga. Bagaimana mereka membuat perubahan, membuat kompetisi tetap menarik, dan klub tidak berkurang lagi. Namun aturan sanksi berlapis tetap dipakai, selain denda Rp100 juta untuk laga yang hilang, kami dan Liga sudah sepakat dengan denda yang lain," jelas Fatih.

Besarnya denda dari selain akibat gagalnya pertandingan bervariasi. Mulai dari denda Rp 50 juta ditiap laga tanpa penonton. Ada juga denda Rp 75 juta per laga bagi pemindahan kandang dengan penonton. Denda sama Rp 100 bila laga dilaksanakan di tempat netral dan digelar tanpa penonton.

Menurut Fatih, penalti yang nantinya akan diajukan ke pihak PT Liga Indonesia, dari hasil kalkulasi uang sponsorship untuk kompetisi periode 2010/2011 yang mana sudah dibayarkan pihak sponsor utama sebesar 50 persen dari total kewajiban sponsor utama sebesar Rp 40 miliar.

Klaim dana penalti sendiri akan diajukan pihak PT Djarum kepada PT Liga Indonesia, nantinya diambil dari dana sponsorship yang dikeluarkan di termin kedua. Artinya sisa uang yang wajib dibayarkan ke pengelola ISL dalam kompetisi 2010-2011, tinggal tersisa Rp 13 miliar.