Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

POLITIKAL NEWS

Poros Barito

Technology

KRIMINALITAS

ANTI KORUPTOR

Sports

POROS KALTENG

Tim 'Ginseng' Korsel Libas Uzbekistan Skor 3-2

Korea Selatan unjuk keperkasaan. Dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Asia, Jumat (28/1/2011), tim Ginseng mencukur Uzbekistan dengan skor 3-2. Hasil itu juga menjadi pengaman posisi bagi Korsel pada Piala Asia 2015 nanti di Australia.

Tim asuhan Cho Kwang-Rae itu terlihat akan meraih kemenangan mengesankan dengan unggul 3-0 pada babak pertama. Tapi Uzbekistan bangkit dan memperkecil kekalahan.

Gol kelima Koo Ja-Cheol pada kompetisi tersebut merancang kemenangan Korea Selatan sebelum Ji Dong-Won menambah dengan dua gol yang dirancang dengan penuh seni.

Gol pada babak pertama dan babak kedua dari Alexander Geynrikh membawa Uzbekistan kembali ke permainan, tapi Korea Selatan dapat menahan keunggulannya dan merebut posisi ketiga kompetisi benua Asia itu untuk ketigakalinya dalam empat turnamen.

Australia akan bertemu juara tiga kali Jepang pada pertandingan final yang akan digelar Sabtu (29/1/2011).

Tim 'Ginseng' Korsel Libas Uzbekistan Skor 3-2

Korea Selatan unjuk keperkasaan. Dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Asia, Jumat (28/1/2011), tim Ginseng mencukur Uzbekistan dengan skor 3-2. Hasil itu juga menjadi pengaman posisi bagi Korsel pada Piala Asia 2015 nanti di Australia.

Tim asuhan Cho Kwang-Rae itu terlihat akan meraih kemenangan mengesankan dengan unggul 3-0 pada babak pertama. Tapi Uzbekistan bangkit dan memperkecil kekalahan.

Gol kelima Koo Ja-Cheol pada kompetisi tersebut merancang kemenangan Korea Selatan sebelum Ji Dong-Won menambah dengan dua gol yang dirancang dengan penuh seni.

Gol pada babak pertama dan babak kedua dari Alexander Geynrikh membawa Uzbekistan kembali ke permainan, tapi Korea Selatan dapat menahan keunggulannya dan merebut posisi ketiga kompetisi benua Asia itu untuk ketigakalinya dalam empat turnamen.

Australia akan bertemu juara tiga kali Jepang pada pertandingan final yang akan digelar Sabtu (29/1/2011).

2012, Pemerintah Tak Lagi Biayai Klub Sepakbola

Jakarta - Kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) membuka mata pemerintah. Dipastikan pemerintah kedepan tidak akan lagi membantu klub sepakbola dari sisi anggaran. Itu berlaku untuk semua klub sepakbola profesional yang berlaga di Indonesia Super League (ISL).

"Saya dan Menpora (Andi Mallarangeng) sudah sepakat tahun 2012 klub profesional ISL tidak lagi diperbolehkan menggunakan dana APBD. Itu akan kita lakukan disemua klub," beber Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, sesaat setelah bertemu dengan pimpinan KPK, Senin (24/1) petang di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan.

Meski begitu, sebut Gamawan, pemerintah tetap akan menggelontorkan dana untuk pembinaan dan pelatihan sepakbola amatir. Dananya sendiri akan disalurkan pemerintah melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni). "Untuk pelatihan tetap akan disalurkan. Disalurkannya melalui KONI," katanya.

Seperti diketahui, banyak pihak menuding dana hibah dari APBD kepada klub sepakbola tersebut sangat rentan diselewengkan dan dikorupsi, baik oleh pemerintah daerah maupun oleh pengurus klub itu sendiri.

2012, Pemerintah Tak Lagi Biayai Klub Sepakbola

Jakarta - Kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) membuka mata pemerintah. Dipastikan pemerintah kedepan tidak akan lagi membantu klub sepakbola dari sisi anggaran. Itu berlaku untuk semua klub sepakbola profesional yang berlaga di Indonesia Super League (ISL).

"Saya dan Menpora (Andi Mallarangeng) sudah sepakat tahun 2012 klub profesional ISL tidak lagi diperbolehkan menggunakan dana APBD. Itu akan kita lakukan disemua klub," beber Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, sesaat setelah bertemu dengan pimpinan KPK, Senin (24/1) petang di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan.

Meski begitu, sebut Gamawan, pemerintah tetap akan menggelontorkan dana untuk pembinaan dan pelatihan sepakbola amatir. Dananya sendiri akan disalurkan pemerintah melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni). "Untuk pelatihan tetap akan disalurkan. Disalurkannya melalui KONI," katanya.

Seperti diketahui, banyak pihak menuding dana hibah dari APBD kepada klub sepakbola tersebut sangat rentan diselewengkan dan dikorupsi, baik oleh pemerintah daerah maupun oleh pengurus klub itu sendiri.

Taufik Kembali Gagal Taklukan Chong Wei

Malaysia - Taufik Hidayat kembali gagal menaklukan Lee Chong Wei. Dalam laga final Malaysia Terbuka Super Series di Putra Stadium, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (23/1), Taufik yang menjadi unggulan kedua harus puas menjadi runner up setelah kalah 8-21 dan 17-21 dari Lee Chong Wei.

Sebelumnya, di turnamen Hong Kong Super Series 2010 Desember lalu, Taufik juga kalah dari pebulutangkis nomor satu dunia itu. Begitu pula pada partai puncak Indonesia Super Series Juni silam.

Pada Malaysia Terbuka Super Series itu, Cina memborong empat gelar lainnya melalui tiga final sesama pemain Cina. Satu gelar dipersembahkan ganda putra unggulan kelima Chai Biao/Guo Zhendong yang mengalahkan pasangan Denmark Mads Conrad-Petersen/Jonas Rasmussen 21-16 dan 21-14.

Gelar tunggal putri diperoleh unggulan kedua Wang Shixian yang menang atas Wang Yihan 21-18 dan 21-14. Sedangkan gelar ganda putri direbut unggulan delapan Tian Qing/Zhao Yunlei yang menalukkan Yu Yang/Wang Xiaoli 21-12, 6-21, dan 21-17.

Gelar ganda campuran dimenangi unggulan ketujuh He Hanbin/Ma Jin yang mengungguli unggulan kelima Tao Jiaming/Tian Qing 21-13, 13-21, dan 21-16.

Taufik Kembali Gagal Taklukan Chong Wei

Malaysia - Taufik Hidayat kembali gagal menaklukan Lee Chong Wei. Dalam laga final Malaysia Terbuka Super Series di Putra Stadium, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (23/1), Taufik yang menjadi unggulan kedua harus puas menjadi runner up setelah kalah 8-21 dan 17-21 dari Lee Chong Wei.

Sebelumnya, di turnamen Hong Kong Super Series 2010 Desember lalu, Taufik juga kalah dari pebulutangkis nomor satu dunia itu. Begitu pula pada partai puncak Indonesia Super Series Juni silam.

Pada Malaysia Terbuka Super Series itu, Cina memborong empat gelar lainnya melalui tiga final sesama pemain Cina. Satu gelar dipersembahkan ganda putra unggulan kelima Chai Biao/Guo Zhendong yang mengalahkan pasangan Denmark Mads Conrad-Petersen/Jonas Rasmussen 21-16 dan 21-14.

Gelar tunggal putri diperoleh unggulan kedua Wang Shixian yang menang atas Wang Yihan 21-18 dan 21-14. Sedangkan gelar ganda putri direbut unggulan delapan Tian Qing/Zhao Yunlei yang menalukkan Yu Yang/Wang Xiaoli 21-12, 6-21, dan 21-17.

Gelar ganda campuran dimenangi unggulan ketujuh He Hanbin/Ma Jin yang mengungguli unggulan kelima Tao Jiaming/Tian Qing 21-13, 13-21, dan 21-16.

PT Djarum Berencana Tuntut Rp 7 Miliar LSI

JAKARTA - Kisrus pengurus PSSI dengan pihak penyelenggara Liga Primer Indonesia (LPI) yang dibentuk pengusaha terkenal nasional, Arifin Panigoro, berbuntut tuntutan gati rugi terhadap penyelenggara Indonesia Super Liga (ISL). PT Djarum, selaku sponsor utama berencana mengajukan klaim ganti rugi sebeesar Rp 7 milyar kepada pihak penyelenggara ISL.

Alasan tuntuan salah satunya karena banyak pertandingan yang diselenggarakan ISL gagal digelar. Selain itu adanya beberapa club peserta ISL mundur yang kemudian berpindah ke kompetisi lainnya. Seperti diketahui, klub ISL 2010/2011 yang dipastikan mundur adalah kemudian pindah ke kompetisi LPI adalah Persema Malang, Persibo Bojonegoro, dan PSM Makassar.

Tuntutan finansial itu merujuk kesepakatan awal dengan PT Liga Indonesia, dimana PT Djarum selaku sponsor utama, bisa memberikan penalti dalam bentuk nilai uang dengan jumlah tertentu bila ada pertandingan yang gagal dilaksanakan.

"Kita sudah positif akan mengajukan tuntutan. Besarkan nilai tuntutan, Rp 100 juta dikalikan dengan jumlah laga yang hilang atau gagal dipertandingkan. Ini merupakan bentuk konsekuensi yang harus diterima," kata Fatih Chabanto, Perwakilan PT Djarum.

Diakui, mundurnya tiga klub ISL yang bergabung dengan LPI, mengakibatkan beberapa pertandingan yang digelar praktis tanpa penonton. PT Djarum menghitung, ada sekitar 70 laga gagal maupun terancam tak bisa dipertandingkan, pasca hengkangnya tiga club Persema Malang, Persibo Bojonegoro dan PSM Makassar.

Bila dikalikan nominal Rp 100 juta denda dalam setiap satu kali pertandingan gagal digelar, berarti ganti rugi yang harus dibayar PT Liga Indonesia kepada sponsor utama mencapai Rp 7 miliar.

Denda harus ditanggung PT Liga Indonesia juga dapat dihitungkan dari sebuah pertandingan kandang yang ternyata tanpa penonton atau dipindah ke tempat netral. "Kami sedang menunggu program Liga. Bagaimana mereka membuat perubahan, membuat kompetisi tetap menarik, dan klub tidak berkurang lagi. Namun aturan sanksi berlapis tetap dipakai, selain denda Rp100 juta untuk laga yang hilang, kami dan Liga sudah sepakat dengan denda yang lain," jelas Fatih.

Besarnya denda dari selain akibat gagalnya pertandingan bervariasi. Mulai dari denda Rp 50 juta ditiap laga tanpa penonton. Ada juga denda Rp 75 juta per laga bagi pemindahan kandang dengan penonton. Denda sama Rp 100 bila laga dilaksanakan di tempat netral dan digelar tanpa penonton.

Menurut Fatih, penalti yang nantinya akan diajukan ke pihak PT Liga Indonesia, dari hasil kalkulasi uang sponsorship untuk kompetisi periode 2010/2011 yang mana sudah dibayarkan pihak sponsor utama sebesar 50 persen dari total kewajiban sponsor utama sebesar Rp 40 miliar.

Klaim dana penalti sendiri akan diajukan pihak PT Djarum kepada PT Liga Indonesia, nantinya diambil dari dana sponsorship yang dikeluarkan di termin kedua. Artinya sisa uang yang wajib dibayarkan ke pengelola ISL dalam kompetisi 2010-2011, tinggal tersisa Rp 13 miliar.

PT Djarum Berencana Tuntut Rp 7 Miliar LSI

JAKARTA - Kisrus pengurus PSSI dengan pihak penyelenggara Liga Primer Indonesia (LPI) yang dibentuk pengusaha terkenal nasional, Arifin Panigoro, berbuntut tuntutan gati rugi terhadap penyelenggara Indonesia Super Liga (ISL). PT Djarum, selaku sponsor utama berencana mengajukan klaim ganti rugi sebeesar Rp 7 milyar kepada pihak penyelenggara ISL.

Alasan tuntuan salah satunya karena banyak pertandingan yang diselenggarakan ISL gagal digelar. Selain itu adanya beberapa club peserta ISL mundur yang kemudian berpindah ke kompetisi lainnya. Seperti diketahui, klub ISL 2010/2011 yang dipastikan mundur adalah kemudian pindah ke kompetisi LPI adalah Persema Malang, Persibo Bojonegoro, dan PSM Makassar.

Tuntutan finansial itu merujuk kesepakatan awal dengan PT Liga Indonesia, dimana PT Djarum selaku sponsor utama, bisa memberikan penalti dalam bentuk nilai uang dengan jumlah tertentu bila ada pertandingan yang gagal dilaksanakan.

"Kita sudah positif akan mengajukan tuntutan. Besarkan nilai tuntutan, Rp 100 juta dikalikan dengan jumlah laga yang hilang atau gagal dipertandingkan. Ini merupakan bentuk konsekuensi yang harus diterima," kata Fatih Chabanto, Perwakilan PT Djarum.

Diakui, mundurnya tiga klub ISL yang bergabung dengan LPI, mengakibatkan beberapa pertandingan yang digelar praktis tanpa penonton. PT Djarum menghitung, ada sekitar 70 laga gagal maupun terancam tak bisa dipertandingkan, pasca hengkangnya tiga club Persema Malang, Persibo Bojonegoro dan PSM Makassar.

Bila dikalikan nominal Rp 100 juta denda dalam setiap satu kali pertandingan gagal digelar, berarti ganti rugi yang harus dibayar PT Liga Indonesia kepada sponsor utama mencapai Rp 7 miliar.

Denda harus ditanggung PT Liga Indonesia juga dapat dihitungkan dari sebuah pertandingan kandang yang ternyata tanpa penonton atau dipindah ke tempat netral. "Kami sedang menunggu program Liga. Bagaimana mereka membuat perubahan, membuat kompetisi tetap menarik, dan klub tidak berkurang lagi. Namun aturan sanksi berlapis tetap dipakai, selain denda Rp100 juta untuk laga yang hilang, kami dan Liga sudah sepakat dengan denda yang lain," jelas Fatih.

Besarnya denda dari selain akibat gagalnya pertandingan bervariasi. Mulai dari denda Rp 50 juta ditiap laga tanpa penonton. Ada juga denda Rp 75 juta per laga bagi pemindahan kandang dengan penonton. Denda sama Rp 100 bila laga dilaksanakan di tempat netral dan digelar tanpa penonton.

Menurut Fatih, penalti yang nantinya akan diajukan ke pihak PT Liga Indonesia, dari hasil kalkulasi uang sponsorship untuk kompetisi periode 2010/2011 yang mana sudah dibayarkan pihak sponsor utama sebesar 50 persen dari total kewajiban sponsor utama sebesar Rp 40 miliar.

Klaim dana penalti sendiri akan diajukan pihak PT Djarum kepada PT Liga Indonesia, nantinya diambil dari dana sponsorship yang dikeluarkan di termin kedua. Artinya sisa uang yang wajib dibayarkan ke pengelola ISL dalam kompetisi 2010-2011, tinggal tersisa Rp 13 miliar.

Lagi, Satu Pemain Keturunan Dicoret Alfred Riedl

Vincent bersama Klubnya FC Hoofdorp.
JAKARTA - Satu persatu pemain keturunan peserta seleksi pemain sepak bola Timnas U-23 Indonesia dicoret pelatih Alfred Riedl. Pemain tersebut. Vincent Partosubroto, saudara Donovan, yang sama-sama merumput disebuh club di Belanda.

Asisten pelatih Timnas U-23 Indonesia, Wolfgang Pikal, membenarkan kabar pencoretan Vincent oleh Riedl. Namun Wolfgang tak bersedia menjelaskan secara rinci alasan pencoretan Vincent, hanya menyebutkan bila Riedl memilih pemain berdasarkan kualitas.

"Riedl menginginkan pemain kualitas. Seperti posisi kiper dan pemain bek, kami memerlukan seorang pemain yang memiliki postur tinggi," kata Wolfgang. "Sementara untuk pemain sayap, kami membutuhkan seorang pemain yang memiliki kecepatan dan mampu berhadapan satu lawan satu," timpalnya.

Menarik lurus dari pernyataan Wolfgang, besar kemungkinan dicoretnya Vincent karena tidak memenuhi standar kualitas yang diinginkan Riedl. Sebelumnya Riedl memanggil Vincent untuk pemain di lini depan.

Sebelumnya Riedl juga sudah memanggil tiga pemain keturunan untuk mengikuti seleksi gelombang pertama. Namun sayang dengan alasan belum cukup umur, James Zaidan Saragih, Andrea Bitar, dan Arthur Irawan yang dipanggil Riedl malah digugurkan dalam seleksi.

Kabarnya Riedl sebenarnya mengincar Donovan, saudara kembar Vincent. Namun gagal didatangkan karena tak mendapatkan izin dari klubnya di Negeri Kincir Angin. "Kami akan tetap berusaha mendapatkan izin bisa ikut seleksi. Sekarang klubnya masih belum mengizinkan untuk ke Indonesia," kata Priyo Partosoebroto, orang tua Donovan.

Orang tua Donovan juga mengakui bila saat ini aktivitas anaknya diclubnya sangat padat. Namun dibalik kesibukan itu, Priyo berjanji kemungkinan bulan depan anaknya Donovan bisa datang ke Indonesia.

Lagi, Satu Pemain Keturunan Dicoret Alfred Riedl

Vincent bersama Klubnya FC Hoofdorp.
JAKARTA - Satu persatu pemain keturunan peserta seleksi pemain sepak bola Timnas U-23 Indonesia dicoret pelatih Alfred Riedl. Pemain tersebut. Vincent Partosubroto, saudara Donovan, yang sama-sama merumput disebuh club di Belanda.

Asisten pelatih Timnas U-23 Indonesia, Wolfgang Pikal, membenarkan kabar pencoretan Vincent oleh Riedl. Namun Wolfgang tak bersedia menjelaskan secara rinci alasan pencoretan Vincent, hanya menyebutkan bila Riedl memilih pemain berdasarkan kualitas.

"Riedl menginginkan pemain kualitas. Seperti posisi kiper dan pemain bek, kami memerlukan seorang pemain yang memiliki postur tinggi," kata Wolfgang. "Sementara untuk pemain sayap, kami membutuhkan seorang pemain yang memiliki kecepatan dan mampu berhadapan satu lawan satu," timpalnya.

Menarik lurus dari pernyataan Wolfgang, besar kemungkinan dicoretnya Vincent karena tidak memenuhi standar kualitas yang diinginkan Riedl. Sebelumnya Riedl memanggil Vincent untuk pemain di lini depan.

Sebelumnya Riedl juga sudah memanggil tiga pemain keturunan untuk mengikuti seleksi gelombang pertama. Namun sayang dengan alasan belum cukup umur, James Zaidan Saragih, Andrea Bitar, dan Arthur Irawan yang dipanggil Riedl malah digugurkan dalam seleksi.

Kabarnya Riedl sebenarnya mengincar Donovan, saudara kembar Vincent. Namun gagal didatangkan karena tak mendapatkan izin dari klubnya di Negeri Kincir Angin. "Kami akan tetap berusaha mendapatkan izin bisa ikut seleksi. Sekarang klubnya masih belum mengizinkan untuk ke Indonesia," kata Priyo Partosoebroto, orang tua Donovan.

Orang tua Donovan juga mengakui bila saat ini aktivitas anaknya diclubnya sangat padat. Namun dibalik kesibukan itu, Priyo berjanji kemungkinan bulan depan anaknya Donovan bisa datang ke Indonesia.

Aceh United Incar Mantan Striker timnas Australia, Mark Viduka

BANDAACEH - Club peserta kompetisi sepak bola Liga Primer Indonesia Aceh United terus melakukan pembenahan, terutama dalam segi rekrutmen pemain. Sambil menunggu bergabungnya Pierre Njanka, Aceh United juga serius mengincar mantan striker timnas Australia, Mark Viduka.

"Untuk mempertajam lini depan, Aceh United sedang membidik Mark Viduka. Ini juga untuk membuat LPI lebih menarik dibanding ISL," sahut CEO LPI untuk Aceh United, Ari Wibowo, Rabu (12/1).

Seperti diketahui, sekarang ini Viduka berstatus tanpa klub. Terakhir mantan pemain nasional Indonesia itu merumput bersama Newcastle United sejak 2007 hingga 2009. Striker usia 35 tahun itu sempat menjadi andalan lini depan The Soceroos, selain memperkuat beberapa klub Liga Primer Inggris seperti Leeds United, Middlesbrough dan Celtic di Liga Skotlandia.

Sejauh ini, upaya mengejar pemilik 43 caps dan sumbangan 11 gol untuk Australia itu sudah mulai dilakukan kubu Aceh United. Kepastian mau atau tidaknya Viduka bermain di LPI akan diketahui pada Sabtu (15/1) akhir pekan ini.

"Lionel (Charbonnier, pelatih Aceh United) punya link di Australia hingga dialah yang mencoba melakukan kontak dengan agen Viduka. Viduka sudah tahu kalau Aceh United menincar dia. Kepastian mau atau tidaknya dia akan didapat Sabtu akhir pekan ini," pungkas Ari.

Aceh United Incar Mantan Striker timnas Australia, Mark Viduka

BANDAACEH - Club peserta kompetisi sepak bola Liga Primer Indonesia Aceh United terus melakukan pembenahan, terutama dalam segi rekrutmen pemain. Sambil menunggu bergabungnya Pierre Njanka, Aceh United juga serius mengincar mantan striker timnas Australia, Mark Viduka.

"Untuk mempertajam lini depan, Aceh United sedang membidik Mark Viduka. Ini juga untuk membuat LPI lebih menarik dibanding ISL," sahut CEO LPI untuk Aceh United, Ari Wibowo, Rabu (12/1).

Seperti diketahui, sekarang ini Viduka berstatus tanpa klub. Terakhir mantan pemain nasional Indonesia itu merumput bersama Newcastle United sejak 2007 hingga 2009. Striker usia 35 tahun itu sempat menjadi andalan lini depan The Soceroos, selain memperkuat beberapa klub Liga Primer Inggris seperti Leeds United, Middlesbrough dan Celtic di Liga Skotlandia.

Sejauh ini, upaya mengejar pemilik 43 caps dan sumbangan 11 gol untuk Australia itu sudah mulai dilakukan kubu Aceh United. Kepastian mau atau tidaknya Viduka bermain di LPI akan diketahui pada Sabtu (15/1) akhir pekan ini.

"Lionel (Charbonnier, pelatih Aceh United) punya link di Australia hingga dialah yang mencoba melakukan kontak dengan agen Viduka. Viduka sudah tahu kalau Aceh United menincar dia. Kepastian mau atau tidaknya dia akan didapat Sabtu akhir pekan ini," pungkas Ari.

Syamsir Alam Mundur, Stevie Bonsapia Datang

JAKARTA - Badan Tim Nasional Indonesia memasukan nama Stevie Bonsapia, menjadi salah satu skuad timnas U-23. Masuknya pemain sayap asal Persipura Jayapura itu untuk menggantikan Syamsir Alam yang terpaksa mundur karena cedera betisnya.

“Stevie sudah kami panggil sejak kemarin (Jumat. 7/1). Tapi baru datang hari ini karena tiketnya baru dapat dari Manokwari,” kata asisten pelatih Wolfgang Pikal, seperti dilaporkan inilah.com, Sabtu (8/1/2011). “Kami juga sudah tahu Syamsir harus pulang ke Uruguay," timpalnya.

Penyerang muda berbakat Syamsir Alam resmi mundur dari seleksi tim sepakbola nasional (Timas) U-23 setelah cedera betisnya dirasa cukup parah. Sang kapten tim SAD Indonesia, program U-19 PSSI itu bertolak kembali ke Uruguay.

Seperti diketahui, Syamsir mengalami cedera betis saat menjalani seleksi pagi di hari pertama, Jumat (7/1). Meski sempat tampil di seleksi sore, Syamsir akhirnya memutuskan angkat koper setelah cederanya dirasa semakin parah jelang seleksi pagi hari kedua, Sabtu (8/1).

Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl mengizinkan sang pemain untuk tidak mengikuti sesi hari Sabtu. Penggantinya, Badan Tim Nasional Indonesia memasukan Stevie Bonsapia, pemain sayap asal Persipura Jayapura.

Syamsir sendiri rencananya akan kembali, Minggu pagi (9/1), untuk bergabung dengan klubnya, Penarol di Uruguay.

Syamsir Alam Mundur, Stevie Bonsapia Datang

JAKARTA - Badan Tim Nasional Indonesia memasukan nama Stevie Bonsapia, menjadi salah satu skuad timnas U-23. Masuknya pemain sayap asal Persipura Jayapura itu untuk menggantikan Syamsir Alam yang terpaksa mundur karena cedera betisnya.

“Stevie sudah kami panggil sejak kemarin (Jumat. 7/1). Tapi baru datang hari ini karena tiketnya baru dapat dari Manokwari,” kata asisten pelatih Wolfgang Pikal, seperti dilaporkan inilah.com, Sabtu (8/1/2011). “Kami juga sudah tahu Syamsir harus pulang ke Uruguay," timpalnya.

Penyerang muda berbakat Syamsir Alam resmi mundur dari seleksi tim sepakbola nasional (Timas) U-23 setelah cedera betisnya dirasa cukup parah. Sang kapten tim SAD Indonesia, program U-19 PSSI itu bertolak kembali ke Uruguay.

Seperti diketahui, Syamsir mengalami cedera betis saat menjalani seleksi pagi di hari pertama, Jumat (7/1). Meski sempat tampil di seleksi sore, Syamsir akhirnya memutuskan angkat koper setelah cederanya dirasa semakin parah jelang seleksi pagi hari kedua, Sabtu (8/1).

Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl mengizinkan sang pemain untuk tidak mengikuti sesi hari Sabtu. Penggantinya, Badan Tim Nasional Indonesia memasukan Stevie Bonsapia, pemain sayap asal Persipura Jayapura.

Syamsir sendiri rencananya akan kembali, Minggu pagi (9/1), untuk bergabung dengan klubnya, Penarol di Uruguay.

Persema Pecundangi Solo FC 5-1

SOLO - Gelar pertandingan sepek bola antar Club Liga Primer Indonesia (LPI) resmi dibuka, Sabtu (8/1/2011). Dalam laga pembuka, Persema Malang tampil menggila. Solo FC sebagai lawan tanding dipecundangi hingga menelan kekalahan dengan skor akhir 5-1.

Irfan Bachdim, yang sebelumnya terancam dicoret dari timnas karena tergabung dalam club peserta LPI menyubang dua gol buat Persema Malang. Gol lainnya club yang pertama kali memperkenalkan Irfan ke publik sepak bola tanah air itu, masing-masing dilesakan satu gol oleh Teguh, Amri dan Gaspar.

Secara keseluruhan, pertandingan dikuasai pemain Persema Malang. Tampilan afik Irfan termasuk turut memotivasi percaya diri pemain. Satu-satunya sort gol ke arah gawang yang berhasil menjebol jala Sukasto hanya tendangan keras Yuned.

Namun gol lebih disebebakan Sukato sebelumnya melakukan blunder. Selain itu, kondisi cuaca kurang bersahabat, atau sempat turun hujan, sehingga menyebabkan bola jadi licin. Kedudukan akhir skor 5-1 untuk kemenangan Persema Malang.

Pertandingan pembuka digelar di Stadion Manahan Solo. Stadion itu juga menjadi tonggak sejarah bergulirnya LPI, setelah pembukaan dilangsungkan di situ. Laga sendiri cukup mendapat perhatian masyarakat setempat. Ini dapat dilihat dari banyaknya penonoton yang melihat pembukaan segaligus laga pembuka antara Persema Malang lawan Solo FC.

Persema Pecundangi Solo FC 5-1

SOLO - Gelar pertandingan sepek bola antar Club Liga Primer Indonesia (LPI) resmi dibuka, Sabtu (8/1/2011). Dalam laga pembuka, Persema Malang tampil menggila. Solo FC sebagai lawan tanding dipecundangi hingga menelan kekalahan dengan skor akhir 5-1.

Irfan Bachdim, yang sebelumnya terancam dicoret dari timnas karena tergabung dalam club peserta LPI menyubang dua gol buat Persema Malang. Gol lainnya club yang pertama kali memperkenalkan Irfan ke publik sepak bola tanah air itu, masing-masing dilesakan satu gol oleh Teguh, Amri dan Gaspar.

Secara keseluruhan, pertandingan dikuasai pemain Persema Malang. Tampilan afik Irfan termasuk turut memotivasi percaya diri pemain. Satu-satunya sort gol ke arah gawang yang berhasil menjebol jala Sukasto hanya tendangan keras Yuned.

Namun gol lebih disebebakan Sukato sebelumnya melakukan blunder. Selain itu, kondisi cuaca kurang bersahabat, atau sempat turun hujan, sehingga menyebabkan bola jadi licin. Kedudukan akhir skor 5-1 untuk kemenangan Persema Malang.

Pertandingan pembuka digelar di Stadion Manahan Solo. Stadion itu juga menjadi tonggak sejarah bergulirnya LPI, setelah pembukaan dilangsungkan di situ. Laga sendiri cukup mendapat perhatian masyarakat setempat. Ini dapat dilihat dari banyaknya penonoton yang melihat pembukaan segaligus laga pembuka antara Persema Malang lawan Solo FC.

Sepak Bola Indonesia Perlu Perubahan Signifikan

Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia harus melakukan perubahan yang signifikan agar bisa mencapai prestasi. Caranya, dengan menjalankan reformasi dan restrukturisasi.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Djoko Pekik Irianto, mengatakan untuk mencapai prestasi sepak bola nasional maka PSSI mesti melakukan perubahan yang mendasar. "Laksanakan hasil Kongres PSSI di Malang, harus menjalankan reformasi di tubuh PSSI," kata Djoko, seperti dilaporkan Tempo, Senin (3/1) malam.

Poin pertama dari tujuh butir hasil Kongres PSSI tahun lalu menyebutkan bahwa PSSI perlu segera melakukan reformasi dan restrukturisasi atas dasar usul, saran, dan kritik serta harapan masyarakat, dan mengambil langkah-langkah konkrit sesuai aturan yang berlaku untuk mencapai prestasi yang diharapkan masyarakat. "Tuntutan yang ada di masyarakat saat ini perlu diakomodasi PSSI," kata Djoko.

Saat ini, menurut Djoko, waktu yang paling tepat untuk mewujudkan harapan publik. Antusiasme masyarakat terhadap tim nasional Indonesia terlihat sangat besar ketika tim Garuda berlaga di Piala AFF 2010 yang baru lalu. "Itu momentum yang harus dimanfaatkan untuk kebangkitan prestasi sepak bola," ujarnya.

Terkait besarnya desakan masyarakat agar Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mundur karena dianggap gagal membawa prestasi PSSI, Djoko mengembalikan masalah tersebut kepada mekanisme yang ada. "Melalui mekanisme organisasi bagaimana," kata dia.

Menurut Djoko, untuk memajukan prestasi sepak bola nasional tak mesti ketua umumnya harus mundur dan diganti dengan yang baru. Yang jelas, dia menegaskan, PSSI saat ini harus melaksanakan reformasi," ujarnya.

Djoko menambahkan keberhasilan sepak bola Indonesia sangat tergantung pada kapasitas dan kredibilitas manajemennya.

Sepak Bola Indonesia Perlu Perubahan Signifikan

Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia harus melakukan perubahan yang signifikan agar bisa mencapai prestasi. Caranya, dengan menjalankan reformasi dan restrukturisasi.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Djoko Pekik Irianto, mengatakan untuk mencapai prestasi sepak bola nasional maka PSSI mesti melakukan perubahan yang mendasar. "Laksanakan hasil Kongres PSSI di Malang, harus menjalankan reformasi di tubuh PSSI," kata Djoko, seperti dilaporkan Tempo, Senin (3/1) malam.

Poin pertama dari tujuh butir hasil Kongres PSSI tahun lalu menyebutkan bahwa PSSI perlu segera melakukan reformasi dan restrukturisasi atas dasar usul, saran, dan kritik serta harapan masyarakat, dan mengambil langkah-langkah konkrit sesuai aturan yang berlaku untuk mencapai prestasi yang diharapkan masyarakat. "Tuntutan yang ada di masyarakat saat ini perlu diakomodasi PSSI," kata Djoko.

Saat ini, menurut Djoko, waktu yang paling tepat untuk mewujudkan harapan publik. Antusiasme masyarakat terhadap tim nasional Indonesia terlihat sangat besar ketika tim Garuda berlaga di Piala AFF 2010 yang baru lalu. "Itu momentum yang harus dimanfaatkan untuk kebangkitan prestasi sepak bola," ujarnya.

Terkait besarnya desakan masyarakat agar Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mundur karena dianggap gagal membawa prestasi PSSI, Djoko mengembalikan masalah tersebut kepada mekanisme yang ada. "Melalui mekanisme organisasi bagaimana," kata dia.

Menurut Djoko, untuk memajukan prestasi sepak bola nasional tak mesti ketua umumnya harus mundur dan diganti dengan yang baru. Yang jelas, dia menegaskan, PSSI saat ini harus melaksanakan reformasi," ujarnya.

Djoko menambahkan keberhasilan sepak bola Indonesia sangat tergantung pada kapasitas dan kredibilitas manajemennya.

Irfan dan Kim Tetap Perkuat Persema

MALANG - Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan memutuskan akan memperkuat Persema Malang. Dua pemain naturalisasi ini akan membela Persema yang telah memutuskan untuk bermain di Liga Primer Indonesia (LPI) yang dimotori pengusaha dan politisi eks PDI Perjuangan, Arifin Panigoro.

Kepastian soal itu diutarakan dalam konperensi pers di Balai Kota Malang, Selasa, 4 Januari 2011. Hadir dan turut berbicara di hadapan wartawan adalah Peni Suparto, Ketua Umum Persema yang juga merupakan Walikota dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang. Peni mengaku senang mendengar keputusan dua pemain muda itu untuk bergabung dengan Persema.

Pelatih Persema Timo Scheuneman juga mendukung keputusan itu. "Yang penting kan jangan sampai lupa darah dan akarnya," katanya dikutif dari vivanews.com.

Manajer Persema Malang Asmuri mengimbau PSSI agar tak menolak Irfan Bachdim masuk dalam Tim Nasional karena ia punya kemampuan di atas rata-rata pemain Indonesia. "Kita contoh negara-negara maju yang tidak pilih kasih terhadap penyelenggaraan sepakbola," ujarnya.

Terkait kontrak Bachdim, Asmuri memastikan bahwa Bachdim dan Kim Jeffrey akan tetap memperkuat Persema. "Mereka kita pastikan akan memperkuat Persema, dan Senin sore ini akan ada keterangan pers dari mereka berdua," kata Asmuri.

Ketika ditanya kebenaran kabar bahwa nilai kontrak Irfan dan Kim masing-masing mencapai Rp1 miliar setahun, Asmuri menyatakan, "Iya terserahlah mereka ngomong berapa nilai kontrak Bachdim dan Kim, namun kita pastikan mereka akan memperkuat Persema."

Sebelumnya, PSSI mengultimatum akan menjatuhkan sanksi bagi setiap pemain yang memilih berlaga di LPI. Salah satunya, adalah dicoret dari daftar pemain Timnas.

Menanggapi masuknya Irfan Bachdim dan Kim Jeffry Kurniawan ke Persema, Direktur Teknik PSSI, Sutan Harharah, menilai jika Irfan Bachdim dicoret dari seleksi tim nasional Indonesia bukanlah suatu kehilangan yang besar.

Sutan menilai peristiwa ini bukanlah suatu yang harus dikhawatirkan, pasalnya mantan pelatih PSMS Medan ini menegaskan teknik Irfan tidak terlalu istimewa.

"Kalau hal itu terjadi (Irfan tak bisa membela Timnas), saya pikir Timnas tidak ada masalah. Secara selebritas, Irfan memang menjual, tapi dari sisi teknik dia tidak lebih baik dari pemain Indonesia lainnya," ujar Sutan.

Irfan dan Kim Tetap Perkuat Persema

MALANG - Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan memutuskan akan memperkuat Persema Malang. Dua pemain naturalisasi ini akan membela Persema yang telah memutuskan untuk bermain di Liga Primer Indonesia (LPI) yang dimotori pengusaha dan politisi eks PDI Perjuangan, Arifin Panigoro.

Kepastian soal itu diutarakan dalam konperensi pers di Balai Kota Malang, Selasa, 4 Januari 2011. Hadir dan turut berbicara di hadapan wartawan adalah Peni Suparto, Ketua Umum Persema yang juga merupakan Walikota dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang. Peni mengaku senang mendengar keputusan dua pemain muda itu untuk bergabung dengan Persema.

Pelatih Persema Timo Scheuneman juga mendukung keputusan itu. "Yang penting kan jangan sampai lupa darah dan akarnya," katanya dikutif dari vivanews.com.

Manajer Persema Malang Asmuri mengimbau PSSI agar tak menolak Irfan Bachdim masuk dalam Tim Nasional karena ia punya kemampuan di atas rata-rata pemain Indonesia. "Kita contoh negara-negara maju yang tidak pilih kasih terhadap penyelenggaraan sepakbola," ujarnya.

Terkait kontrak Bachdim, Asmuri memastikan bahwa Bachdim dan Kim Jeffrey akan tetap memperkuat Persema. "Mereka kita pastikan akan memperkuat Persema, dan Senin sore ini akan ada keterangan pers dari mereka berdua," kata Asmuri.

Ketika ditanya kebenaran kabar bahwa nilai kontrak Irfan dan Kim masing-masing mencapai Rp1 miliar setahun, Asmuri menyatakan, "Iya terserahlah mereka ngomong berapa nilai kontrak Bachdim dan Kim, namun kita pastikan mereka akan memperkuat Persema."

Sebelumnya, PSSI mengultimatum akan menjatuhkan sanksi bagi setiap pemain yang memilih berlaga di LPI. Salah satunya, adalah dicoret dari daftar pemain Timnas.

Menanggapi masuknya Irfan Bachdim dan Kim Jeffry Kurniawan ke Persema, Direktur Teknik PSSI, Sutan Harharah, menilai jika Irfan Bachdim dicoret dari seleksi tim nasional Indonesia bukanlah suatu kehilangan yang besar.

Sutan menilai peristiwa ini bukanlah suatu yang harus dikhawatirkan, pasalnya mantan pelatih PSMS Medan ini menegaskan teknik Irfan tidak terlalu istimewa.

"Kalau hal itu terjadi (Irfan tak bisa membela Timnas), saya pikir Timnas tidak ada masalah. Secara selebritas, Irfan memang menjual, tapi dari sisi teknik dia tidak lebih baik dari pemain Indonesia lainnya," ujar Sutan.