MENTAWAI - Ribuan warga Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, yang menjadi korban tsunami, terancam kelaparan. Pasalnya, sejak akhir pekan, Pulau Mentawai terisolir akibat cuaca buruk.
Hingga Kamis (28/10),ribuan warga yang rumahnya rata dengan tanah disapu tsunami, kebingungan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sementara bantuan ke wilayah bencana itu, belum sampai, terhambat cuaca tak bersahabat.
"Kami jadi tak bisa membawa barang kebutuhan pokok, karena kapal tak bisa berlayar," kata pedagang sembako antarpulau, Zahiri, kemarin.
Menurut dia, saat ini banyak kapal tertambat di Pelabuhan Muaro Padang. Nelayan juga tak bisa berlayar ke Pulau Mentawai, karena cuaca buruk masih terjadi di pantai barat Sumatera.
"Barang sembako menumpuk dan tidak bisa dikirim ke Mentawai," kata seorang petugas di Pelabuhan Muaro Padang.
Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping, Syafrizal mengungkapkan, belakangan ini terjadi angin kencang yang disertai gelombang tiga sampai empat meter di Perairan Mentawai.
BMKG mengimbau kapal nelayan tidak berlayar, mengingat cuaca buruk masih akan terjadi hingga 12 Juni mendatang.
Poros Barito
Technology
KRIMINALITAS
ANTI KORUPTOR
Sports
POROS KALTENG
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular
-
Jalan Menuju Lampeong (dok:SUARAPUBLIC) MUARATEWEH - Akses transportasi menuju Desa Lampoeng Kecamatan Gunung Purei kembali lancar. Ini set...
-
Jakarta - Besarnya porsi anggaran diberikan kepada Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) ternyata justru menyuburkan praktek korups...
-
MENTAWAI - Ribuan warga Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, yang menjadi korban tsunami, terancam kelaparan. Pasalnya, sejak akhi...
-
SAMBAS -Warga Kecamatan Sejangkung, Sambas, dihebohkan penemuan mayat bayi di sebuah parit kecil. Jasad mungil tak berdosa tersebut ditemuka...
-
ilustrasi SUARAPUBLIC.co.cc, Jakarta - DW mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah dan NN mahasiswi Universitas Trisakt...
Top News
-
SAMPIT - Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, kemaren, atas nama Presiden Republik Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), ...
-
Lingkungan kotor akibat sampah di Jakarta Utara Tarakan - Perlu ada pengendalian transportasi untuk meminimalisir pengaruh lingkungan te...
-
Oleh : Ahmad Fajar Qomarudin اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ ...
-
Palembang – Misteri kematian wartawan Sriwijaya Post (Sripo) Arsep Pajario (40) terungkap. Nyawanya dihabisi ternyata dengan cara lehernya ...
-
PNS Kalteng (web) Suarapublic.co.cc, Palangkaraya - Pemprov Kalimantan Tengah kembali melakukan rekrutmen calon pegawai negeri sipil bagi m...
Pilihan
-
Dinas Teknis Diharapkan Bertindak Tegas Dok : SUARAPUBLIC Ini salah satu contoh kerusakan hutan setelah lahan diberikan IUP kepada perusah...
-
Dinas Teknis Diharapkan Bertindak Tegas Dok : SUARAPUBLIC Ini salah satu contoh kerusakan hutan setelah lahan diberikan IUP kepada perusah...
-
TENTARA NASIONAL INDONESIA (TNI) Muarateweh - Media dan press (pers) Indonesia sering membuat berita palsu untuk menarik perhatian rakyat I...
-
Istimewa SUARAPUBLIC.COM - Festical tandak intan Kaharingan, melombakan berbagai cabang yang berkaitan dengan kerohanian dan seni budaya, j...
-
poto:SUARAPUBLIC Jembatan pada koridor jalan angkutan batubara PT BAT yang dituding menggunakan kayu log ilegal Suarapublic.co.cc - Tak h...







mungkin ada banyak aspek yang bisa kita lalui untuk memandang bencana yang bertubi-tubi menimpa nusantara, andai benar itu merupakan hukuman mengapa harus pilih kasih dan kawulo alit yang harus dihukum, sedangkan penyumbang dosa yang begitu besar atas kemelorotan moral bangsa malah pada melenggang piknik ke luar negeri.
BalasHapusmungkinkah kita memandangnya sebagai sebuah pembebasan dari kekerdilan pemikiran yang telah kita ikuti, dari iri dengki terhadap kemaksiatan dan legalisasi karena banyak dilakukan
bencana hukuman
bencana peringatan
bencana ujian
bencana tanda kasih sayang
wallahualam