Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

POLITIKAL NEWS

Poros Barito

Technology

KRIMINALITAS

ANTI KORUPTOR

Sports

POROS KALTENG

Info LPSE Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Barito Utara

LPSE menyelenggarakan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik. Perusahaan Anda dapat mengikuti pengadaan dengan terlebih dahulu mendaftar sebagai penyedia barang/jasa. Informasi lebih lanjut silakan kontak kami. 
Penting : Semua pengguna sistem ini terikat dengan Pakta Integritas.
Untuk penjelasan lebih lanjut baca Persyaratan dan Ketentuan.

NoNama PaketAgencyHPSTanggal
1Pembangunan Pelabuhan/Dermaga Benao Hilir Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Utara222,1 jt11 Jun - 18 Jun 2013
2Rehab pelabuhan Tumpung Laung Kec. Montallat Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Utara308,6 jt11 Jun - 18 Jun 2013
3Pembuatan garasi speedboat UPTD Dermaga Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Utara218,6 jt11 Jun - 18 Jun 2013
4Rehab gedung kantor dishubkominfo Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Utara274,1 jt11 Jun - 18 Jun 2013
5Pembangunan drainase bandara baru Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Utara436,2 jt11 Jun - 18 Jun 2013
6Pembangunan Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Utara476,9 jt11 Jun - 17 Jun 2013


Google Gunakan Balon untuk Pasok Internet Gratis

NEW ZEALAND - Raksasa internet Google meluncurkan balon penyedia akses internet di kawasan-kawasan miskin terpencil dan daerah bencana. Hebatnya, balon internet dengan kecepatan akses melebihi 3G itu digratiskan.

Balon internet yang dinamai Loon itu akan berada di lapisan stratosfer, 20 kilometer di atas Bumi. Dalam uji coba Proyek Loon, 30 balon ditempatkan di atas kawasan Pulau Selatan, Selandia Baru. Dari sini balon-balon ini akan mengitari bumi melalui jalur yang sudah ditentukan sebelumnya.

Selanjutnya dari balon-balon ini akan dipancarkan sinyal nirkabel untuk para pengguna internet di darat, meski sambungan internet ini tidak akan terus menerus. "Balon yang berada di dua kali ketinggian pesawat komersial, bisa dipakai untuk memancarkan akses internet ke darat dengan kecepatan yang sama dengan 3G atau mungkin lebih cepat lagi," kata pemimpin proyek Mike Cassidy.

Google menyebut proyek ini bisa dimanfaatkan untuk menyediakan akses internet murah ke kawasan miskin terpencil atau daerah bencana yang biasanya kesulitan bahkan sama sekali tak ada akses komunikasi. Selain di Selandia Baru, Google juga berencana membuat proyek serupa di Australia dan Argentina.

Seperti diberitakan Associated Press, Sabtu (15/6), balon yang awalnya tipis dan keriput di daratan itu kemudian menggelembung berbentuk layaknya ubur-ubur. Selanjutnya balon-balon itu berwarna mengkilap saat mereka naik ke langit biru di atas Danau Tekapo.

Masih dalam tahap eksperimental, balon ini jadi yang pertama dari ribuan balon lainnya yang bakal di luncurkan ke stratosfer untuk menjembatani kesenjangan digital yang masih mendera sekitar 4,8 miliar orang tanpa jaringan internet di dunia. "Proyek ini diharapkan mampu menyediakan internet bagi 2,2 miliar manusia," lanjut Cassidy.

Jika berhasil, teknologi ini akan memungkinkan banyak negara memangkas biaya tinggi untuk pemasangan kabel serat optik. Secara dramatis, proyek itu juga akan meningkatkan penggunaan internet di negara-negara Afrika dan Asia Tenggara. "Kekuatan internet merupakan salah satu teknologi yang paling transformatif di zaman kita," tambahnya.

Sedangkan orang pertama yang mendapatkan akses internet Balon Google minggu ini adalah Charles Nimmo, seorang petani dan pengusaha di kota kecil Leeston. Dia merasakan pengalaman pertama dari 50 penduduk setempat menjadi tester untuk proyek ini.

Nimmo adalah satu di antara banyak rakyat pedesaan, bahkan di negara maju, yang tidak bisa mendapatkan akses broadband. Setelah susahnya mendapatkan dial-up layanan internet satelit yang menjadi pilihannya, Nimmo justru terjebak dengan tagihan yang terkadang melebihi USD 1.000 atau Rp 10 juta dalam satu bulan.

Google menjelaskan, setiap balon akan menyediakan layanan internet untuk daerah seluas dua kali ukuran New York atau sekitar 1.250 kilometer persegi. Mereka bisa memberikan layanan streaming internet ke Afghanistan yang kontur daratannya curam dan berbukit.

Balon internet ini diklaim tidak akan mengganggu pesawat karena posisinya dua kali lebih tinggi dari jalur penerbangan tertinggi pesawat terbang. Balon Google juga tidak membawa kamera atau peralatan asing lainnya yang dikhawatirkan bakal melakukan pemetaan.

-->

Regulasi Mobil Murah Rampung

JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) akhirnya berhasil keluar dari tekanan jual pasca dilanda koreksi selama sepekan. Pada penutupan perdagangan Rabu (12/6), IHSG menanjak 87,94 poin (1,91 persen) ke level 4.697,88. Setali tiga uang, indeks LQ45 juga menguat 20,25 poin (2,67 persen) ke posisi 777,53.
   
Kenaikan IHSG banyak didorong saham-saham industri. Seperti sektor aneka industri menguat 6,14 persen, manufacture basic industry naik 4,63 persen, dan manufaktur menanjak 4,69 persen. Berikutnya disusul consumer goods naik 3,91 persen, properti (3,62 persen), agriculture (2,29 persen), serta infrastructure (0,88 persen). Sebaliknya, indeks pemberat bursa datang dari dua sektor antara lain tambang minus 0,65 persen dan finance berkurang 0,3 persen.

Sepanjang perdagangan bursa berjalan ramai dengan total frekuensi 223.950 kali transaksi pada volume 6,39 miliar lembar saham senilai Rp 10,67 triliun. Kendati demikian, bursa masih dilingkupi aksi jual asing dengan total jual bersih Rp 2,17 triliun. Saham-saham yang banyak dijual asing di antaranya BBRI, BBCA, BMRI, ASRI, dan BBNI.

Head of Research Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, meski masih mencatatkan net sell, tetapi tekanan jual asing sudah terbatas. Selain itu, rendahnya harga sejumlah saham membuat pelaku pasar mulai mengakumulasi meski dalam jumlah terbatas. "Namun yang perlu diperhatikan, bursa saat ini masih dibayangi sentimen kenaikan harga BBM, merosotnya nilai tukar rupiah, dan turunnya nilai cadangan devisa," ungkapnya.

Reza memproyeksi pada perdagangan Kamis (13/6), IHSG berada pada level support 4.500-4.535 dan resistance 4.745-4.780. Grafis MACD (moving average convergence/divergence) masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memendek. Sedangkan grafis RSI, William"s %R, dan Stochastic mencoba up reversal, meski masih di area oversold. "Meski belum mengonfirmasi kenaikan signifikan selanjutnya, setidaknya laju IHSG sudah lebih baik," jelasnya.

Equity Analyst PT Sinarmas Sekuritas Christandi Rheza Mihardja memroyeksi, pergerakan IHSG pada Kamis akan sangat dipengaruhi kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan FASBI overnight rate menjadi 4,25 persen untuk menjaga stabilitas rupiah dan menyatakan mereka siap membeli obligasi pemerintah di secondary market.

Dari global, data budget bulanan AS diprediksi defisit USD 136,5 miliar bakal meberikan sentimen tambahan. "Secara teknikal indeks diperkirakan bergerak menguat di kisaran 4.643-4.721. Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain BWPT, ASII, BMRI, INDF," terangnya.

Festival Film Bandung 2013, Kado untuk Bebasnya Jupe

SENIN (17/6) menjadi hari istimewa bagi penyanyi dan bintang film, Julia Perez. Selain dijadwalkan bebas sekitar pukul 09.30 WIB, perempuan yang selama tiga bulan mendekam di jeruji besi Rutan Pondok Bambu Jakarta Timur itu mendapat kado istimewa.
Perempuan kelahiran Jakarta, 15 Juni 1980 ini tidak hanya disambut fans, sahabat, dan keluarga yang menanti di depan pintu rutan, Jupe juga disambut sebuah tropi bergengsi insan perfilman tanah air, yakni penghargaan Pemeran Utama Wanita Terpuji Festival Film Bandung (FFB) 2013.

Dalam penghargaan bergengsi insan perfilman yang ke 26 itu. Jupe bersama Acha Septriasa mengalahkan para nominasi lainnya, yakni Bunga Citra Lestari lewat film Habibie & Ainun, Laura Basuki lewat film Madre, Agni Pratista lewat film Cinta tapi Beda dan Lana Nitibaskara lewat film Ambilkan Bulan.

Jupe mengantongi penghargaan tersebut lewat perannya di film Gending Sriwajaya, sedangkan Acha Septriasa lewat perannya di film Test Pack. "Terima kasih ya Allah, terima kasih Gubernur, terima kasih FFB," ujar Sri Wulandari, ibunda Jupe di malam puncak Festival Film Bandung (FFB) 2013 di Lapangan Gazebo, Bandung, Sabtu (15/6) malam.

Tentunya dalam malam penghargaan yang disiarkan secara langsung SCTV, Jupe tidak bisa hadir. Penghargaan itu diwakili oleh ibunya, Sri Wulandari. Rona kesedihan akan kebanggaan yang diterima anaknya pun terlihat jelas dari raut perempuan baya tersebut. Sebab, perempuan yang kerap bertengkar dengan putrinya lantaran tidak menyetujui hubungan anaknya dengan Gaston Castano merasa sedih putrinya tidak bisa menerima langsung penghargaan tersebut.
"Ini kerja keras dia, ini yang selama ini dia inginkan dan harapkan, tapi dia nggak ada," ujar Sri yang tidak lagi bisa membendung air matanya itu. "Akhirnya tercapai apa yang dia inginkan. Selama ini dia pingin banget masuk nominasi. Sekarang menang," papa ibu yang tengah menanti kebebasan anaknya itu.

Sri mengemukakan jika penghargaan tersebut diterima sebelum jam besuk. Pastinya penghargaan ini langsung di bawa ke Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Berhubung jam besuk sudah malam, tropi ini akan berikan selepas keluar dari Lapas. "Pinginnya kalau bisa langsung ngabarin Jupe, tapi nggak bisa. Senin kami bawa ke rutan, ini hadiah dia," jelasnya.

Tidak hanya Sri, raut bahagia pun dialami Acha Septriasa. Perempuan yang mulai meniti karir sebagai sutradara itu pun tidak menyangka mendapat penghargaan serupa. “Jujur surprise banget. Aku nungguin banget segmen ini, tadinya nggak mikir bakal menang,” kata Acha Septriasa yang naik ke panggung tanpa high heels.

"Sebenarnya sudah feeling nggak menang. Makanya, aku nggak pake high heels. Eh, nggak taunya menang. Nggak percaya banget "bener gak sih?" dan ini merupakan kebanggaan terbesar untuk saya, kerena FFB ini salah satu penghargaan yang sudah lama saya tunggu, saya merasa bersyukur banget,"sambung Acha yang datang ke Bandung.

Lewat penghargaan tersebut, Acha berusaha untuk terus menyalurkan hobinya di didepan kamera maupun dibelakang kamera sebagai seorang sutradara ."Film adalah dunia baru bagi saya dulu. Tapi sekarang karena adanya piala ini, menjadi tantangan tersendiri bagi saya, jelasnya.

Sayangnya dalam festival itu, Film Habibie & Ainun yang digadang-gadang bakal menjadi film Terpuji di FFB ke 26 itu harus rela kalah dengan film 5 cm besutan sutradara Rizal Mantovani. Bahkan dari enam katagori yang masuk. Film besutan sutradara Fauzan Rizal itu  hanya mengantongi satu penghargaan, yakni katagori Pemeran Utama Pria Terpuji, Reza Rahadian.

Dalam nominasi tersebut, Reza-sapaan akrabnya mengalahkan Vino G Bastian lewat film Madre, Agus Kuncoro lewat film Gending Sriwijaya, Adipati Dolken lewat film Sang Martir dan Tio Pakusadewo lewat film Rayya Cahaya di Atas Cahaya. "Alhamdulillah senang banget, pas dapat penghargaan ini. Dari FFB ini yang kedua kalinya, buat saya ini menjadi begitu berarti, karena saya sadar ini peran tersulit yang saya perankan," kata pria yang sebelumnya mengantongi tiga penghargaan yang sama lewat film Habibie & Ainun.

Direktur program dan produksi SCTV, Harsiwi Achmad mengatakan, pihak SCTV tidak terlibat dalam penjurian para pemenang. Semuanya diserahkan kepada dewan juri, termasuk terpilihnya dua aktris berbakat Julia Perez dan Acha Septriasa menjadi pemeran Utama Wanita Terpuji FFB 2013. "Semua kami serahkan kepada dewan juri dan itu pilihan yang terbaik, karena keduanya memang terbaik," paparnya.

SCTV pun sangat mengapresiasikan film yang dihasilan oleh anak bangsa. Dan ini merupakan tahun kedua SCTV bisa menyiarkan secara life. ‚" Festival ini merupakan salah satu perhelatan bergengsi yang kami harapkan bisa memberikan inspirasi bagis sineas sineas lainya," tukasnya.

Massa Bakar Kantor Polres Pegunungan Bintang

JAYAPURA - Provinsi Papua bergolak lagi. Kerusuhan akibat aksi masa kali ini dipicu pemukulan terhadap warga oleh anggota polisi. 

Tidak terima dengan ulah oknum anggota Polres Pegunungan Bintang, ratusan warga Oksibil ibu kota Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, Minggu (16/6) sekira pukul 10.45 WIT mengamuk. 

Mereka dengan merusak dan membakar kantor Polres Pegunungan Bintang, mobil dinas Kapolres, mobil dinas Wakapolres dan puluhan sepeda motor.
 
Dari kejadian ini, setidaknya lima anggota Polres Pegunungan Bintang mengalami luka-luka karena terkena lemparan batu, panah dan sabetan parang. Sedangkan untuk massa, dikabarkan ada satu yang terluka karena terkena lemparan batu.
 
Data yang diterima Cenderawasih Pos menyebutkan bahwa kejadian ini bermula ketika pukul 08.30 WIT anggota Polres Pegunungan Bintang melakukan penangkapan terhadap orang mabuk dan sempat melakukan pemukulan terhadap seorang warga yang identitas belum diketahui.

Kemudian pada pukul 11.00 WIT, ratusan warga yang diduga tidak terima dengan ulah oknum anggota itu mendatangi Mapolres Pegunungan Bintang dengan membawa senjata tradisional dan melakukan pelemparan, pengrusakan dan pembakaran terhadap Mapolres Pegunungan Bintang.
  
Sekira pukul 14.30 WIT massa meninggalkan Mapolres Pegunungan Bintang. Setelah kejadian itu, anggota Polres melakukan pengejaran terhadap massa yang melakukan pengrusakan dan pembakaran. Pada pukul 15.00 WIT dan anggota Polres pun melakukan aksi balas dengan membakar rumah kepala suku atas nama Yance Kalamatbin di Kampung Akbon I.

Pada pukul 16.00 WIT, anggota Polres yang melakukan pengejaran itu kemudian kembali ke Mapolres untuk melakukan konsolidasi. Sementara masyarakat sekitar yang tidak terlibat dalam aksi itu kemudian berlindung di Pos Satgas Kopassus dan Koramil setempat dan mereka belum berani kembali ke rumahnya masing-masing.
  
Dari aksi ini, Kantor Polres dalam keadaan rusak berat, Barak Dalmas hangus terbakar, mobil dinas Kapolres dan Wakapolres hangus terbakar. Selain itu, mobil Patroli Sabhara dan sekitar 25 motor dinas Polres juga hangus terbakar.
  
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. I Gede Sumerta Jaya ketika dikonfirmasi Minggu (16/6) kemarin mengungkapkan bahwa kejadian ini berawal dari Sabtu (15/6) sekitar pukul 15.00-17.00 WIT aparat Polres Pegunungan Bintang melakukan operasi penegakan ketertiban lalu lintas dan menindak dua orang masyarakat yang mabuk saat mengendarai sepeda motor dan motornya kemudian ditahan.

Pengusutan Dugaan Korupsi Dua Gubernur Kalimantan Dinilai 'Jalan Ditempat'

Jakarta - Lama tak terdengar gaungnya, desakan agar aparat kejaksaan secepatnya penyelesaian penanganan kasus korupsi yang diduga dilakukan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan Gubernur Kalsel Rudy Arifin kembali mengemuka. Pihak Kejagung bahkan dinilai setengah hati menangani kasus itu sehingga penanganan terkesan berlarut-larut.

Selain itu, pihak Kejagung juga dituding memberlakukan perlakuan khusus kepada Awang, Gubernur Kaltim. Sehingga banyak pihak mengaku pesimis, kasus yang tengah ditangani pihakan Kejagung, baik terkait kelanjutan pengusutan kasus korupsi yang diduga dilakukan Gubernur Kaltim maupun Gubernur Kalsel, secepatnya dituntaskan penanganannya.

Namun kesan berlarut-larut termasuk adanya perlakuan khusus terhadap tersangka korupsi itu dengan tegas dibantah Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Muhammad Amari. Khusus terkait kasus Gubernur Kaltim, Amri beralasan, penanganan sedikit terhambat karena pihaknya baru menerima hasil penghitungan audit kerugian negara dari petugas BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).

"Kita terima baru sekitar 10 hari lalu penghitungan BPK dalam kasus Gubernur Kaltim. Setelah ini, kita teruskan penanganan terkait izin pemeriksaan. Permohonan sudah disampaikan tinggal menunggu diterbitkannya izin pemeriksaan," kata Jampidsus Amri, seperti dilaporkan Poskota, kemaren, Sabtu (29/1/2011).

“Jadi sangat tidak benar kasus itu (korupsi Gubernur Kaltim,red) dikatakan berlarut-larut penangananya," tegas Amri, sembari menyebutkan hambatan penanganan kasus dugaan korupsi dilakukan Gubernur Kalsel Rudy Arifin sama masalahnya dengan kasus Gubernur Kaltim, yakni belum diterbitkannya izin pemeriksaan dari Presiden RI.

Seperti diketahui, belum lama ini Jaksa Agung RI Basrief Arief berjanji akan segera memeriksa Gubernur Kaltim Timur Awang Farouk dan Gubernur Kalsel Rudi Arifin terkait status tersangka keduanya dalam kasus dugaan korupsi yang mereka lakukan didaerah masing-masing.

"Dalam waktu dekat akan bisa kita periksa sebagai tersangka. Segera," janji Kejagung Basrief di Gedung KPK, Jakarta, saat itu, Rabu (5/1). Dalam kesempatan itu Basrief juga menegaskan bila penyidik Kejaksaan Agung masih terus memproses kasus yang melibatkan kedua kepala daerah itu, dan tidak akan memperlambat apalagi sampai menghentikan penanganan kasus itu.

Perkembangan terakhir saat itu menurut Basreif, penyidik Kejaksaan Agung baru saja mendapatkan hasil pemeriksaan dari BPKP terkait jumlah kerugian negara yang disebabkan oleh masing-masing kasus yang menimpa kedua kepala daerah itu.

Sekadar mengingatkan, Kejaksaan Agung menetapkan Gubernur Kalsel Rudy Arifin menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pemberian uang santunan pembebasan tanah eks Pabrik Kertas Martapura.

Seharusnya tindakan pembebasan tanah milik PT Golden Martapura tidak dilakukan karena tersangka telah mengetahui HGB-nya sudah berakhir masa berlakunya. Akibat kebijakan Gubernur Kalsel Rudy Arifin itu kejagung menyebutkan potensi kerugian negara mencapai Rp 6,4 miliar.

Saat kasus itu terjadi, Rudy Arifin masih dalam kapasitasnya sebagai Bupati Kabupaten Banjar. Dia mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Kabupaten Banjar Nomor 24 Tahun 2001 tanggal 7 Februari 2001 tentang Pembentukan Tim Pengembalian dan Pemanfaatan eks Pabrik Kertas Martapura.

Sementara Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak ditetapkan menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan dana hasil penjualan saham PT Kaltim Prima Coal, milik Pemerintah Kabupaten Kutai Timur oleh PT Kutai Timur Energy.

Uang hasil penjualan saham itu tidak dimasukkan ke kas Pemkab Kutai Timur, sehingga negara cq Pemkab Kutai Timur rugi Rp 576 miliar. Saat itu, Awang dalam kapasaitasnya sebagai Bupati Kutai Timur.

Politisi Senayan Bakal Serang Balik KPK

Ahmad Yani, anggota Komisi Hukum DPR RI
Jakarta - Penahanan terhadap 19 politikus tanah air yang menjadi tersangka kasus dugaan suap penerima cek pelawat, mengundang reaksi dari rekan mereka di Senayan. Sejumlah amunisi pun disiapkan untuk menyerang balik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kalangan politikus Senayan menilai, Lembaga antikorupsi itu telah melakukan sistem “tebang pilih” dalam penyelidikan kasus cek pelawat dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom tahun 2004 silam.

"KPK sudah begitu lama menangani kasus ini, tapi kenapa mereka baru masuk tahanan secara massal?" kata Ahmad Yani, anggota Komisi Hukum DPR RI, kemarin, sembari mengakui Senin (31/1/2011) akan ada rapat dengar pendapat dengan pihak KPK.

Politikus kader Partai Persatuan Pembangunan itu mengatakan akan mencecar banyak pertanyaan kepada pihak KPK dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Hukum DPR, Senin besok. "Saya punya data dan akan saya buka nanti. Pihak KPK harus menjelaskannya besok," katanya.

Ketua Bidang Hukum DPP PDIP, Trimedya Panjaitan, menambahkan, penahanan terhadap 19 politikus termasuk didalamnya kader PDI-Perjuangan, Panda Nababan itu sebagai bagian dari langkah dan upaya untuk meredam suara PDIP yang belakangan getol menggiring pembentukan panitia khusus hak angket pajak di DPR. "Terkesan penahanan terburu-buru. Apalagi penyuap dan perantara penyuap belum disentuh KPK," tegasnya.

Sedangkan Wakil Sekjen Partai Golkar Harry Azhar Azis terkait penahanan itu lebih mengingatkan kepada KPK untuk menjelaskan soal penahanan. "Jangan sampai ada kesan ada kepentingan dalam penangkapan itu. Nantikan akan merusak citra KPK sendiri. Kami sangat setuju KPK bekerja profesional tanpa ada hal lain yang berbau kepentingan politik," katanya.

Seperti diketahui, Jumat lalu, secara terpisah penyidik KPK mengirim 19 dari 25 tersangka penerima cek pelawat ke sejumlah rumah tahanan. Sebelum ditahan, pimpinan dan anggota Komisi Keuangan DPR periode 1999-2004 dari PDI Perjuangan, Golkar, dan PPP itu diperiksa KPK selama tujuh jam.

Mereka dijerat pasal menerima suap dalam proses pemilihan Deputi Gubernur Senior BI yang dimenangi Miranda. Selama penyelidikan, para tersangka mengaku menerima suap berupa cek pelawat dari pihak Miranda melalui Nunun Nurbaetie. Namun hingga kini, keberadaan istri anggota DPR dari PKS, Adang Daradjatun, tak diketahui.

KPK sudah berulang kali memanggilnya, namun pihak keluarga hanya menyatakan Nunun menderita sakit lupa dan berada di Singapura.

Ketua Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia Universitas Indonesia, Hasril Hertanto, menilai kesaksian di persidangan terdahulu seharusnya sudah bisa dijadikan alasan KPK untuk menetapkan Nunun sebagai tersangka. Jika alasannya sakit, KPK bahkan juga bisa memulangkan paksa Nunun. "Dia bisa diperiksa tim dokter yang ditunjuk KPK," ujarnya, seperti dilaporkan Tempointeraktif.com, kemaren.

Sedangkan Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch Emerson Yuntho mengaku lebih memahami kesulitan KPK membuktikan suap yang dilakukan Nunun dan Miranda. Meski demikian, seharusnya itu menjadi pemicu bagi KPK untuk bekerja lebih profesional lagi. "Setidaknya untuk KPK menjawab bahwa mereka tidak tebang pilih dalam kasus itu," kata Yuntho.

Terpisah, Wakil Ketua KPK Haryono Umar membantah anggapan bahwa penyidik Lembaga Antikorupsi itu melakukan “tebang pilih" dalam menangani kasus itu. KPK, timpalnya, punya sejumlah alat bukti ketika menahan para politikus. Selain itu komisi juga sedang menyelidiki keterkaitan pemberi suap baik Miranda maupun Nunun.

"Penyedilidikan oleh Penyidik KPK masih belum selesai. Kita tunggu saja, perkembangan selanjutnya, semua pihak pasti kita perlakukan sama bila sudah sampai tahapnya penyelidikan terhadap pihak lainnya," tegas Haryono.

Pekan Depan, Penyidik KPK Bidik Pemberi Suap

Jakarta - Kecemburuan politisi mantan anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak menetapakan sekaligus menahan pemberi hadiah dalam kasus dugaan suap terkait pemilihan mantan Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia, Miranda S Gultom, ditanggapi serius lembaga anti korupsi itu.

Pihak KPK memastikan, mulai pekan depan penyidik akan mengejar pemeriksaan terhadap pemberi suap. Hal itu ditegaskan Johan Budi, juru bicara KPK, dalam sebuah pesan singkat kepada media di Jakarta. Johan mengatakan, alasan mereka belum kepada pemberi suap karena berkas penyidikan atas 25 tersangka termasuk 19 tersangka yang sudah ditahan sudah hampir rampung.

"Pekan depan sudah ada yang dilimpahkan ke penuntut. Jadi penyidik KPK bisa fokus mengejar pemberi suap," tegasnya sembari menyebutkan bila pekan depan akan ada perkembangan terbaru dalam kasus yang lebih dikenal dengan Suap Pemilihan DGS BI itu. "Terkait kasus pemberian traveller cheque ke anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR periode 1999-2004, pekan dapan akan ada perkembangan lagi. Bukan sekedar tersangka penerimanya," tulis Johan, seperti dilansir JPNN.com, hari ini, Minggu 30/1/2011).

Sayangnya juru bicara KPK itu masih belum bersedia membeberkan nama, meski sekadar inisial pelaku lainnya yang akan dibidik KPK untuk dijadikan calon tersangka dalam kasus itu. Johan juga memilih bungkam, ketika disodorkan beberapa nama yang selama ini santer disebut sebagai pihak yang memberi uang kepada Komisi IX DPR periode 1999-2004 kala itu. "Tunggu saja pekan depan," ucapnya.

Johan hanya menyebutkan, bila KPK akan kembali memeriksa pihak-pihak yang selama ini masih berstatus saksi seperti Nunun Nurbaeti. Nunun sendiri beberapa kali ingin dilakukan pemeriksaan namun selalu gagal. Nunun yang juga istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun itu tak mau memenuhi panggilan KPK dengan alasan sakit.

Nama lain akan diperiksa adalah Miranda S Gultom, serta seseorang bernama Arie Malangjudo yang menjadi kurir pengantar traveller cheque dari Nunun ke para politisi di DPR.

Menurut Johan, sebenarnya masih ada lima tersangka suap Pemilihan DGS BI yang belum ditahan yaitu Budiningsih, Rusman Lumbantoruan dan William Tutuarima dari PDIP, serta Boby Suhardiman dan Hengky Baramuli dari Partai Golkar.

Alasan tak menahan Budiningsih karena yang bersangkutan menurut Johan masih berada di Solo. Sedangkan empat tersangka lainnya mengaku sedang sakit. Ada juga satu tersangka lainnya bernama Antony Zeidra Abidin, politisi Golkar yang saat ini berada di penjara karena dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi dana YPPI BI.

"Mereka yang belum ditahan tetap akan dikenai tindakan. Pekan depan kita lakukan pemanggilan. Yang sakit tetap kita panggil, nanti setelah kita nyatakan sebagai tahanan akan langsung kita bantarkan ke rumah sakit," tutup Johan.